JEMBRANA, MediaBaliNews – Kenaikan harga daging ayam yang mencapai Rp. 45 Ribu per kilogram memaksa sejumlah pedagang di Pasar Umum Negara, Jembrana, membatasi pasokan dagangan, Rabu (26/8/2026).
Menurut informasi, harga daging ayam sebelumnya berada di kisaran Rp. 25 Ribu perkilogram. Namun, kenaikan harga yang terjadi secara bertahap membuat daya beli masyarakat mulai melemah.
Salah satu pedagang daging ayam, Ni Kadek Astri mengatakan, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap volume penjualan hariannya.
“Dulu harganya sekitar Rp. 25 Ribu perkilogram, sekarang sudah Rp. 45 Ribu,” ungkapnya.
Saat harga masih normal, lapaknya mampu menjual sekitar satu kuintal atau 100 kilogram daging ayam setiap hari. Kini, penjualannya hanya berkisar 50 kilogram perhari.
Penurunan penjualan hingga 50 persen itu membuat ia terpaksa mengurangi jumlah pasokan ayam untuk menghindari kerugian akibat stok dagangan yang tidak habis terjual.
Lonjakan harga tersebut diduga dipicu oleh terbatasnya pasokan ayam dari tingkat peternak. Kondisi ini kemudian berdampak berantai, mulai dari naiknya harga di pasar hingga turunnya daya beli konsumen dan omzet pedagang.
Para pedagang kini berharap pasokan daging ayam segera kembali normal sehingga harga dapat stabil. Dengan begitu, aktivitas jual beli di Pasar Umum Negara diharapkan kembali bergairah dan pendapatan pedagang dapat pulih.
“Naiknya bertahap, jadi pembeli juga mulai berkurang,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















