Saturday, April 18, 2026
spot_img
Saturday, April 18, 2026

Kayu Sisa Banjir Mulai Dipotong, Warga : Jangan Hanya Kayu, Sampah Juga di Ambil

JEMBRANA, MediaBaliNews – Kayu-kayu besar sisa banjir bandang di Tukad Bilukpoh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana kini sudah mulai dilakukan pemotongan oleh beberapa orang menggunakan Chainsaw. Pemotongan tersebut dilakukan di sekitar rumah warga terdampak banjir bandang.

Pemotongan kayu tersebut mendapat perhatian warga terdampak banjir dilokasi tersebut. Lantaran seperti pengalaman sebelumnya, hanya kayu-kayu tersebut yang diambil, namun sampah sisa kayu yang tidak berharga masih berserakan dirumah warga. Sehingga warga menghimbau agar mengambil semuanya, termasuk sampah dari kayu itu.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang warga terdampak banjir, I Gusti Made Putra Darmawan,51 saat dikonfirmasi, Selasa (18/10/2022). Dirinya juga mengatakan, kayu-kayu besar tersebut menyapu habis rumahnya tanpa menyisakan apapun. “Rumah saya habis semua tersapu banjir, hanya tersisa kayu-kayu besar berserakan di halaman rumah, dan ini sudah mulai ada yang mengambil,” ungkapnya.

Darmawan juga mengungkapkan, seperti banjir bandang yang terjadi pada tahun 2018 lalu memang banyak juga yang mengambil sisa banjir seperti kayu, namun sampahnya tetap dibiarkan. “Kalau memang relawan tujuannya membersihkan sisa banjir bandang ini, jangan hanya kayunya saja dong diambil, sampah yang ditimbulkan dari sisa-sisa banjir atau sisa potongan kayu diambil juga, itu baru membantu,” ujarnya.

Sementara salah seorang kordinator pemotong kayu, Kadek Pardana,37 ditemui mengungkapkan, dirinya memotong kayu atas inisiatif sendiri untuk membersihkan dari rumah-rumah warga. “Kita membantu warga disini untuk memindahkan kayu yang menutupi halaman maupun rumah warga, ini murni kegiatan kemanusiaan, tidak ada maksud apapun dibalik kegiatan kami disini,” jelasnya.

Disinggung mengenai hasil pemotongan kayu tersebut, pria yang akrab disapa Made Profil ini mengatakan, masih dikordinasikan oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba serta BPBD Kabupaten Jembrana. “Masih menunggu keputusan ayas kayu-kayu ini, nanti kita angkut menggunakan mobil dulu, dan dikawal oleh BPBF mau di taruh dimana, masih menunggu keputusan Bupati dan BPBD kemana di bawa kayu-kayu ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Hindari Macet, Warga Mulai Mudik Lebih Awal dari Gilimanuk

Pardana juga mengatakan, kayu-kayu sisa banjir tersebut seluruhnya kayu sampah, dan tidak dapat digunakan untuk bahan membuat bangunan. “Kayu sampah semua ini, kayu dari hutan tidak ada yang bagus, cuman ukurannya besar-besar, jadi tidak ada yang bisa digunakan untuk membangun, paling hanya bisa digunakan untuk membuat steger saja,” tambahnya.

Pardana juga berharap, pengusaha-pengusaha lain yang memiliki alat berat lainnya agar dapat membantu warga dalam membersihkan sisa banjir ini. “Harapannya masyarakat lain baik itu pengusaha yang memiliki alat, seperti pemotong kayu, atau alat berat yang lainnya agar bisa disumbang menolong warga, sehingga warga cepat dapat membersihkan rumah,” pungkasnya. (jar/war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI