JEMBRANA, MediaBaliNews — Kabar duka kembali datang dari pekerja migran Indonesia (PMI) asal Jembrana. I Made Pariana (49), PMI asal Lingkungan Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, meninggal dunia di Taiwan, Selasa (22/9/2026).
Kepergian Made Pariana pada Sabtu 19 September 2026 lalu menyisakan duka bagi keluarga di kampung halaman. Terlebih, almarhum diketahui masih sempat berkomunikasi dengan istrinya sehari sebelum meninggal dunia. Namun, keesokan harinya almarhum sudah tidak dapat dihubungi.
Kini, proses pemulangan jenazah ke Jembrana masih dalam tahap penanganan. Pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana bersama BP3MI Bali tengah berkoordinasi dengan pihak terkait di Taiwan, sementara keluarga dibantu pemerintah setempat melengkapi dokumen yang diperlukan.
Kabid Penempatan, Pelatihan Produktivitas dan Transmigrasi (P3T) Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, I Putu Agus Arimbawa mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kelurahan Tegalcangkring untuk memastikan seluruh data dan berkas yang diperlukan dapat segera dilengkapi.
“Kami sudah koordinasi dengan Kantor Lurah untuk melengkapi data atau berkas apa saja yang diperlukan untuk penanganan hingga pemulangan jenazah,” ungkapnya.
Tak hanya dokumen administrasi, proses pengurusan jenazah juga harus menyesuaikan ketentuan yang berlaku di Taiwan. Salah satunya berkaitan dengan kuasa pengurusan jenazah hingga kemungkinan pemeriksaan lebih lanjut.
“Termasuk kuasa pengurusan jenazah lengkap dengan segala ketentuannya menyesuaikan aturan di sana (Taiwan). Misalnya otopsi dan lainnya,” terangnya.
Agus menyebutkan, almarhum berangkat ke Taiwan pada 4 Juni 2026 lalu. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, sebelum meninggal dunia almarhum tidak memiliki keluhan sakit.
“Keluhan sakit (almarhum) tidak ada. Informasinya sakit mendadak,” bebernya.
Saat ini jenazah I Made Pariana telah dititipkan di funeral home setempat. Selanjutnya, koordinasi dilakukan dengan Atase Perdagangan atau Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei untuk membantu proses penanganan hingga pemulangan jenazah ke Jembrana.
Di tengah proses pengurusan tersebut, keluarga masih menunggu kepastian kapan jenazah dapat dipulangkan ke tanah kelahiran. Almarhum diketahui meninggalkan dua orang anak yang masih kecil di rumah.
“Yang bersangkutan meninggalkan dua orang anak di rumahnya, masih kecil-kecil usianya. Kami mohon doa agar proses pengurusan jenazah nanti bisa berjalan lancar dan dimudahkan,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















