Sunday, April 19, 2026
spot_img
Sunday, April 19, 2026

Marak Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, UPTD PPA Akan Gelar Sosialisasi

JEMBRANA, MediaBaliNews – Guna meminimalisir kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Jembrana pada khususnnya, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Jembrana akan menggeral sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dengan langkah tersebut diharapkan masyarakat dapat ikut andil mengawasi dan melindungi perempuan dan anak di lingkungan sekitar. Adapun faktor lingkungan menjadi pengaruh terbesar terjadinya tindak kekerasan, dimana seharusnya lingkungan sekitar harus ikut peduli serta harus ikut bekerja sama.

“Karena ini ranahnya kekerasan kadang ada sebagian orang yang berfikir itu masalah pribadi jadi tidak bisa ikut campur. Saat ini berharap agar stigma itu dihapus, siapapun itu harus ikut kerja sama karena lingkungan itu faktor terbesar, ” ucap Kepala UPTD PPA Kabupaten Jembrana Ida Ayu Sri Utami Dewi saat ditemui dirumahnya Banjar Anyar, Desa Batu Agung, Kecamatan Jembrana, Jembrana, Rabu (10/5).

Ia menuturkan bahwa upaya sosialisasi telah dilaksanakan bahkan juga didukung dengan melaksanakan pelatihan-pelatihan. Namun begitu, langkah tersebut akan terus digenjot, bahkan dalam waktu dekat ini, akan menggelar sosialisasi ke sekolah di tingkat SMP dan SMA/SMK terutama terkait pencegahan kekerasan yang bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan.

“Kalau menurut saya disekolah itu tidak terlalu berpengaruh besar karena masih ada pengawasan dari pihak guru, justru pada saat diluar jam sekolah itu yang kadang-kadang berpengaruh serta pengaruh teknologi juga hampir 70 persen dan itu membawa dampak, ” tuturnya.

Pihaknya juga mengungkapkan, sejak bulan Januari 2023 sampai April 2023 di Kabupaten Jembrana terdapat lima kasus tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Ada lima kasus, dua kasus sudah melakukan mediasi dan sudah selesai, satu diantaranya hanya konsultasi namun harus kita catat juga dan dua kasus lagi saat ini sedang peroses hukum, “ungkapnya.

Baca Juga :  Wabup Ipat Sampaikan Terima Kasih kepada ASN Purnabakti

Sri juga menambahkan untuk korban tindak kekerasan sendri, Pihaknya akan tetap membimbing dan memantau korban, baik itu dilingkungan rumah maupun dilingkungan sekolah agar korban dapat selesai menempuh pendidikan.

“Kita sudah sepakat untuk lebih intens dalam pantauannya, seperti Saya langsung berkabar dengan korban via whatsapp. Jika korban tidak membalas pesan whatsapp saya akan tanyakan ke pihak keluarga atau tentangganya karena ada saatnya korban tidak ingin di ganggu dan saya juga menghubungi pihak sekolah agar korban bisa melanjutkan pendidikan baik itu sekolah biasa maupun daring, “pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI