TABANAN, MediaBaliNews – Geliat politik di Kabupaten Tabanan mulai terasa. Itu dibuktikan dengan munculnya, Ketua PAC PDIP Kediri I Nyoman Mulyadi yang mendaftar di DPD I Golkar Bali.
Padahal sebelumnya, Mulyadi menyerahkan formulir di PDIP untuk menjadi Bakal Calon Bupati, beberapa bulan lalu.
Sedangkan rekomendasi calon Bupati dan Wakil Bupati dari DPP PDIP baru akan turun pada Agustus mendatang.
Ketua Relawan Semoton Mulyadi Tabanan (Semut) I Nyoman Ardika membenarkan, bahwa memang Nyoman Mulyadi datang ke Kantor DPD Golkar Bali untuk menemui
Ketua DPD Golkar I Nyoman Sugawa Korry untuk mendaftarkan diri sebagai bakal Calon Bupati Tabanan.
Mulyadi, kata Sengap panggilan akrab Ardika, saat mendaftar didampingi Ketua Partai Gerindra Tabanan I Gede Juliastrawan, Ketua Demokrat Tabanan Wayan Adnyana dan Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tabanan, dan Ketua KIM Tabanan I Ketut Carma.
“Ya kemarin kita dampingi (Nyoman Mulyadi),” ucapnya.
Sengap menegaskan, sebelum mendaftar ke DPD Golkar, Nyoman Mulyadi sempat beberapa kali ditemui oleh salah satu perwakilan Golkar Kabupaten Badung dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Kabupaten Tabanan untuk menjalin komunikasi politik.
“Pak Man ditawari mendaftar sebagai calon bupati melalui KIM Tabanan jika memang serius ingin berdemokrasi,” ungkapnya.
Sengap mengakui, bahwa setelah proses pendaftaran ini akan dilanjutkan dengan pelaksanaan survei melalui lembaga survei dari DPP partai sesuai mekanisme.
Nyoman Mulyadi bukan pembelot partai melainkan hanya mengikuti demokrasi dan semua kalangan berhak untuk mensukseskan demokrasi.
Disinggung terkait adanya pemberian sanksi oleh pimpinan Partai PDIP, Sengap menyebut, Nyoman Mulyadi sudah jika dikenakan sanksi oleh pimpinan partai.
“Itu keputusan PDIP. Pastinya Pak Man sebagai kader partai akan mengikuti keputusan tersebut jika nanti telah mendapatkan rekomendasi,” tegasnya.
Di bagian terpisah, Ketua DPD Golkar Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirya mengaku, terkait pendaftaran Nyoman Mulyadi di DPD Golkar Provinsi, pihaknya di tingkat kabupaten hanya menunggu instruksi dan keputusan dari DPP partai.
Sebab, DPP lah yang memberikan rekomendasi, dan itu akan menjadi amanat yang dilaksanakan di daerah.
Wirya menegaskan meski mendaftar dari DPD I bukan di DPD II Golkar, jika ada anggapan bahwa Golkar Tabanan dengan Golkar di tingkat Provinsi bersebrangan, itu tidak benar.
“Tidak bersebrangan. Kalau kami di Tabanan, calon dulu yang dicari biar betul-betul serius dan komitmen dengan partai. Namun kami tetap mengikuti keputusan DPP partai,” bebernya. (ang/mbn)






















