Saturday, April 18, 2026
spot_img
Saturday, April 18, 2026

Perdana Dilaksanakan, Puluhan Perahu Layar Hiasi Selat Bali

JEMBRANA, MediaBaliNews – Semarak Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 masih dirasakan masyarakat Jembrana. Kali ini, puluhan peserta yang berprofesi sebagai nelayan ikuti perlombaan perahu layar tradisional di Selat Bali. Tidak hanya dari Pulau Bali, peserta yang ikut perlombaan tersebut juga berasal dari Banyuangi, Jawa Timur.

Meskipun perdana dilaksanakan, sedikitnya sebanyak 64 perahu layar tradisional terlihat berjejer menghiasi selat Bali. Perlombaan perahu layar tradisional tersebut dilaksanakan oleh Pokja Lingkungan Penginuman bertempat di Pesisir pantai lingkungan penginuman, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana serangkaian HUT RI ke-77.

Ketua Panitia Lomba Perahu Layar I Nengah Suatra saat ditemui, Minggu (21/08/2022) mengatakan, selain memeriahkan Hari Kemerdekaan RI ke-77, lomba perahu layar ini sebagai bentuk dari pelestarian perahu nelayan tradisional jaman dulu. “Sehingga para generasi muda tetap dapat menyaksikan indahnya perahu tradisional ini. Event seperti ini supaya tetap diadakan meski hanya setahun sekali,” ungkapnya.

Untuk peserta lomba perahu layar ini, lanjut Suatra, selain dari para nelayan lokal di Kabupaten Jembrana, ada juga dari luar Kabupaten. “Kalau peserta lokal Kabupaten Jembrana ada dari Desa Air Kuning, Prancak, Gilimanuk dan yang banyak dari Kabupaten tetangga kita, yaitu Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sangat antusias, sebagian besar semua nelayan,” ujarnya.

Dalam perlombaan perahu layar ini, imbuh Suatra, peserta dalam satu perahu terdapat dua orang yang memiliki tugas masing-masing. Satu orang juru kemudi dan yang satu lagi di bagian belakang sebagai pendayung. “Karena ombak yang cukup besar, para peserta harus membuktikan keahliannya dalam mengendalikan perahu agar tidak terbalik, sehingga dapat melewati rintangan ombak tersebut,” imbuhnya.

Suatra juga menjelaskan, rute start dari teluk besar Gilimanuk, lingkungan Penginuman, Kelurahan Gilimanuk, peserta akan menempuh jarak sepanjang 9 kilometer ke arah Tanjung Ketapang Banyuwangi, kemudian memutar dan kembali lagi finis di teluk besar Gilimanuk. “Dari 64 peserta itu, di bagi tiga etape setiap pelepasan start. Jaraknya sekitar 4,5 kilometer dua kali tempuh, dari Gilimanuk ke Banyuwangi dan sebaliknya,” jelasnya.

Baca Juga :  Balap Liar Marak, Polisi Jajaki Sekolah, Temukan Puluhan Motor Tidak Standar

Dalam tiga etape itu, lanjut Suatra, setiap etape akan diambil sepuluh peserta pertama yang sampai finis, untuk final. Finalnya nanti, juara satu, dua dan tiga serta diambil tujuh juara harapan. “Karena digelar pertama kali sejak pandemi lomba perahu layar ini, menarik banyak kunjungan penonton. Ratusan warga bukan hanya warga Jembrana, namun warga Banyuwangi pun antusias menyaksikan keseruan lomba perahu layar ini,” tandasnya.

Sementara Lurah Gilimanuk Ida Bagus Tony Wirahadikusuma dikonfirmasi terpisah mengatakan, antusias peserta hingga penonton sangat besar. “Kami sangat senang dengan pelaksanaan lomba perahu layar tradisional ini, cukup menghibur para masyarakat Jembrana, khususnya warga di Kelurahan Gilimanuk ini, semoga acara seperti ini dapat terlaksana secara berkelanjutan, agar menjadi agenda tahunan,” pungkasnya. (jar/war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI