DENPASAR, MediaBaliNews – Petaka maut merenggut nyawa seorang pemuda di ruas Jalan Imam Bonjol, Denpasar, tepatnya sekitar 100 meter di sebelah utara Trans Studio Mall Kilometer 8, Kamis (10/9/2026) petang. Seorang pengendara sepeda motor berinisial Nanak Ali Septera Gemilang (25) meregang nyawa usai kendaraannya terserempet bus berukuran besar saat berupaya menyalip dari sisi kiri jalan raya.
Peristiwa nahas yang terjadi sekira pukul 18.10 WITA tersebut baru dilaporkan secara resmi ke unit penegakan hukum Satlantas Polresta Denpasar sekira pukul 20.00 WITA.
Insiden berdarah ini melibatkan satu unit sepeda motor bebek Yamaha F1ZR bernomor polisi DK 5350 BD yang ditunggangi korban dengan sebuah mobil bus Mercedes Benz berpelat nomor DK 7240 FB yang dikemudikan pria berinisial GB (31).
Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, membeberkan bahwa tabrakan maut bermula ketika kedua kendaraan melaju searah dari arah selatan menuju ke utara. Kala itu, laju bus Mercedes Benz berada tepat di posisi depan sepeda motor korban.
Setibanya di titik koordinat tempat kejadian perkara (TKP), pengendara Yamaha F1ZR berniat mendahului bus yang melaju di depannya. Namun, korban mengambil lajur sempit di sebelah kiri bus dengan manuver yang dinilai kurang perhitungan matang.
“Pengendara motor hendak mendahului mobil bus dari sebelah kiri dengan kurang hati-hati, sehingga terjadi serempetan yang fatal di lintasan aspal,” papar IPTU Adi Saputra Jaya saat membeberkan kronologi awal tabrakan tersebut, Kamis malam.
Akibat benturan keras pada lambung kiri badan bus, keseimbangan korban langsung goyah hingga terpelanting jatuh menghantam badan jalan. Hantaman keras di atas aspal membuat korban menderita cedera leher patah serta pendarahan hebat dari hidung.
Petugas dan warga di lokasi tidak bungkam melihat kondisi korban yang kritis. Korban bergegas dievakuasi dan dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk mendapatkan tindakan medis darurat.
Namun demikian, luka parah pada bagian organ vital leher membuat tim dokter tak kuasa menyelamatkan nyawa korban, hingga pemuda berusia 25 tahun itu mengembuskan napas terakhir di rumah sakit rujukan tersebut.
Sementara itu, pengemudi bus berinisial GB dilaporkan selamat tanpa mengalami cedera fisik, dengan kendaraannya hanya menderita kerusakan material di bodi sisi samping.
Aparat kepolisian memastikan nihil dugaan iktikad buruk dari kedua pihak yang bertabrakan, melainkan murni akibat kelalaian dan ruang gerak menyalip yang terlampau sempit. Kasus laka lantas maut ini kini ditangani secara intensif oleh Unit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polresta Denpasar guna penyelidikan teknis lebih lanjut. (ang/mbn)






















