DENPASAR, MediaBaliNews – Warga Panjer, Denpasar Selatan, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan lansia di dalam aliran Tukad Nyampuh, Jalan Tukad Pakerisan, tepat di depan Warung Nasi Lawar Men Lemuh, Kamis malam (24/4). Korban diketahui bernama IGAED (68), warga sekitar lokasi kejadian.
Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa penemuan mayat pertama kali diketahui sekitar pukul 19.45 Wita oleh sekelompok pemuda yang hendak memancing di lokasi kejadian.
“Saksi bernama Fathul Anam bersama empat temannya turun ke dasar sungai untuk memancing. Saat menyenter ke arah air, ia melihat ada bagian tubuh manusia, tepatnya kaki, yang mencurigakan. Ia kemudian naik kembali dan melaporkan kepada warga sekitar,” ujar AKP Sukadi.
Korban ditemukan dalam posisi tengadah, mengenakan baju batik warna coklat dan rok hitam. Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan luka benturan di pelipis kiri korban, namun tidak terdapat tanda-tanda kekerasan lain pada tubuhnya.
Menurut keterangan pihak keluarga, korban terakhir terlihat keluar rumah sekitar pukul 13.00 Wita. Sang keponakan, A.A. Istri Mariatini Dewantati (68), mengaku bahwa keluarga sedang berada di Pura Besakih sejak pukul 15.00 Wita dan tidak mengetahui kepergian korban. Disebutkan pula bahwa korban memiliki gangguan penglihatan (rabun) dan sering keluar rumah tanpa memberi tahu.
“Jarak antara rumah korban dengan lokasi penemuan hanya sekitar 20 meter,” tambah AKP Sukadi.
Jenazah korban saat ini telah dibawa ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah oleh ambulans BPBD Kota Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Polsek Denpasar Selatan saat ini sudah menerima laporan dan menangani kasus ini. Unit Reskrim telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari para saksi. Dugaan sementara, korban jatuh ke sungai akibat kondisi fisik yang sudah tidak prima. Namun pihak kepolisian masih akan menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit untuk memastikan penyebab kematian.
“Kami masih terus mendalami kronologis dan kemungkinan lain yang menyebabkan korban bisa berada di dasar sungai. Semua langkah sesuai prosedur sudah kami tempuh,” pungkas AKP Sukadi. (ang/mbn)


























