JEMBRANA, MediaBaliNews – BUPBA ( Baga Usaha Padruen Banjar Adat) menyelenggarakan kegiatan bagi-bagi sembako bagi lansia, orang cacat dan masyarat yang kurang mampu di Banjar Dlod Bale Agung, Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Selasa (17/1/2023).
Dari pantauan MediaBaliNews dilokasi, terdata sebanyak 86 lansia dan 15 orang masyarakat umum yang kurang mampu memperoleh bantuan paket sembako dari BUPBA.
Kelian Banjar Dlod Bale Agung I Gusti Kadek Arnaya menjelaskan, kegiatan bagi-bagi sembako ini diselenggarakan oleh Baga Usaha Pedruen Banjar Adat (BUPBA).
“Jadi di banjar Dlod Bale Agung ini ada sejenis kelompok namanya Baga Usaha Pedruen Banjar Adat (BUPBA) dimana BUPBA ini berada di bawah Baga Usaha Pedruen Desa Adat ( BUPDA ). BUPBA ini dibentuk oleh orang-orang yang bersifat keikhlasan untuk berbagi,” jelasnya.
Lanjut Arnaya, dirinya mengatakan bahwa sembako yang di beli oleh pihak BUPBA itu berasal dari semua warung yang ada di Banjar Delod Bale Agung.
“Jadi kita memberdayakan umkm-umkm yang didesa. Membeli sembako tidak keluar, di banjar juga beli dan bukan satu toko namun semua toko yang ada di banjar dlod bale agung, agar semua mendapatkan dampak dari itu,” ucapnya.
Pihaknya juga menegaskan, bahwa kegiatan ini sudah berlangsung yang keempat kalinya di setiap tiga bulannya dan tidak ada unsur politik didalam kegiatan BUPBA ini.
“Ini sudah berjalan yang keempat. Agar masyarakat memahami bahwa konteks BUPBA ini tidak ada unsur politik. Kegiatan ini betul-betul membantu kemanusiaan, ” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua BUPBA I Putu Edi Pernata mengatakan, dana anggaran dari pada BUPBA berasal dari berbagai sumber yang ikhlas berbagi.
“Dana anggaran dari pada BUPBA ini adalah dari masyarakat, dari PMI, dari adat dan dinas bersama masyarakat yang mungkin mempunyai kelebihan dana, jadi dia membantu seikhlasnya saja. Dari itulah kami membuat kelompok dan dikelola oleh BUPBA,” pungkasnya. (gsn/mbn)


























