Tuesday, September 15, 2026
Tuesday, September 15, 2026

Satu Korban Pengeroyokan di Mess Sawangan Meninggal Dunia, Wakapolresta Denpasar Cek Langsung TKP

MANGUPURA, MediaBaliNews – Kasus kekerasan berdarah yang melibatkan sesama pekerja dan petugas keamanan di lingkungan mess proyek PT Tunas Jaya Sanur, Lingkungan Sawangan, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, menelan korban jiwa. Seorang buruh berinisial AW (24) yang sempat kritis mengembuskan napas terakhirnya di RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar, Jumat (11/9/2026) sekira pukul 19.30 WITA.

Merespons perkembangan situasi yang kian genting pascatragedi maut tersebut, jajaran pimpinan Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan guna memperjelas konstruksi perkara.

Wakapolresta Denpasar, AKBP I Ketut Widhiarta, S.H., S.I.K., M.Si., turun langsung memimpin inspeksi ke lokasi keributan bersama Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, serta jajaran unit operasional. Rombongan perwira menengah tersebut mendatangi barak penampungan pekerja demi memintai klarifikasi tambahan dari saksi mata sekaligus pihak manajemen perusahaan konstruksi.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, membeberkan bahwa gesekan mematikan yang terjadi pada Minggu (6/9/2026) sekira pukul 23.00 WITA itu bermula dari teguran patroli rutin seorang sekuriti, I Kadek Teguh Rupadana. Petugas keamanan tersebut mendengar suara pukulan keras pada dinding pembatas seng di area toilet dan menegur pekerja di lokasi.

Teguran bernada tinggi tersebut sontak memantik perdebatan sengit hingga tensi memanas. Di tengah perselisihan, seorang pekerja lain diduga turun dari lantai dua sembari menodongkan senjata tajam ke arah sekuriti, yang kemudian memancing keterlibatan massa pekerja lain dan berujung pada aksi main hakim sendiri.

“Aksi saling serang tersebut mengakibatkan sejumlah buruh menderita luka berat di sekujur tubuh hingga harus dilarikan ke rumah sakit rujukan untuk penanganan medis darurat,” tutur IPTU Adi Saputra Jaya saat memaparkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan kepolisian.

Baca Juga :  Unit Reskrim Polsek Kuta Berhasil Ungkap Kasus Jambret di Seminyak

Para korban penganiayaan massal itu antara lain Rafael Buku Bani yang menderita luka robek di pelipis alis, cedera pinggul, lebam tangan kiri, hingga luka parah di kedua kakinya. Korban lain, FRM, mengalami robek pada kelopak mata kiri, hidung patah, serta benturan keras di kepala bagian belakang.

Nahas bagi AW, luka komplikasi robek di area bibir, mata, pipi, hingga cidera tungkai kaki membuatnya tak mampu bertahan kendati telah berhari-hari dirawat intensif tim dokter.

Petugas kepolisian memastikan pihak keluarga korban tidak bungkam atas kematian pemuda tersebut. Ayah kandung korban secara resmi telah melayangkan surat persetujuan tindakan bedah jenazah guna mengungkap tabir trauma fisik yang menewaskan anaknya.

“Saat ini jenazah masih disemayamkan di Instalasi Forensik RSUP Prof. Ngoerah Sanglah, dan orang tua kandung korban telah mengajukan permohonan persetujuan autopsi untuk kepentingan penyelidikan hukum,” tutur Adi Saputra Jaya menambahkan.

Di tempat kejadian perkara, aparat telah mengamankan barang bukti permulaan berupa sebilah pisau serta dua batang potongan besi pipa yang diduga digunakan saat aksi pengeroyokan berlangsung.

Guna mendalami motif dan mengidentifikasi pihak yang menunjukkan iktikad buruk dalam memicu kerusuhan berdarah tersebut, tim gabungan Satreskrim Polresta Denpasar dan Polsek Kuta Selatan telah menjemput sedikitnya 11 orang untuk diperiksa intensif sebagai saksi kunci. Jumlah terperiksa diproyeksikan dapat membengkak drastis seiring gelar perkara penetapan tersangka yang kini tengah bergulir di meja penyidik. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI