JEMBRANA, MediaBaliNews — Seorang penumpang KMP Cemerlang, Rizki Firmansyah (23) asal Kabupaten Jombang dilaporkan hilang saat kapal berlayar dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, Minggu (27/9).
Menurut informasi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 18.45 WIB. Korban diduga jatuh ke perairan Selat Bali setelah sebelumnya meninggalkan keluarganya untuk menuju toilet di bagian bawah kapal.
Sebelum diketahui hilang, korban sempat makan bersama dua kakak sepupunya di atas KMP Cemerlang. Setelah makan, korban kemudian turun ke bagian bawah kapal bersama salah satu saudaranya menuju mobil untuk minum.
Tidak lama kemudian, korban meminta izin kepada saudaranya untuk pergi ke toilet bagian bawah kapal. Namun, setelah ditunggu cukup lama, korban tidak kunjung kembali ke tempat keluarganya.
Keluarga yang mulai khawatir kemudian kembali ke bagian atas kapal untuk mencari keberadaan korban. Dari keterangan salah satu kakak sepupu, korban disebut berada di sekitar bagian buritan kapal.
Keluarga selanjutnya langsung menuju buritan untuk memastikan keberadaan korban. Namun, Rizki tidak ditemukan di lokasi tersebut.
Pencarian kemudian diperluas. Kedua saudara korban menyisir sejumlah ruangan dan bagian kapal yang memungkinkan korban berada di sana. Meski telah dicari, korban tetap tidak ditemukan.
Karena korban tidak kunjung ditemukan, sepupu korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada nakhoda KMP Cemerlang. Pihak kapal selanjutnya melakukan pencarian terhadap korban selama perjalanan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Pencarian terus dilakukan hingga KMP Cemerlang tiba dan sandar di Dermaga 3 Pelabuhan Gilimanuk. Namun, korban tetap tidak ditemukan.
Kasat Polairud Polres Jembrana, Iptu Gede Ketut Suasnawa mengatakan, pihak kepolisian masih mendalami kejadian tersebut dan akan melakukan pencarian bersama tim SAR.
“Untuk motif masih didalami dan untuk anggota rencana melakukan pencarian gabung dengan SAR hari ini,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).
Hingga Senin pagi, pencarian terhadap korban masih dilakukan di sekitar perairan Selat Bali. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mempercepat proses pencarian korban.
“Hingga saat ini korban masih belum ditemukan,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















