Thursday, April 23, 2026
Thursday, April 23, 2026

UPTD PPA Jembrana Himbau Siswa Stop Perundungan, Minta Sayangi Teman Seperti Saudara

JEMBRANA, MediaBaliNews – Mencuatnya kasus perundungan (bullying) yang akhir-akhir ini ramai di media sosial memunculkan keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Jembrana.

Kepala UPTD PPA Jembrana, Ida Ayu Sri Utami Dewi mengatakan, tindakan perundungan, sekecil apa pun bentuknya, dapat menimbulkan dampak serius terhadap korban, terutama pada kondisi psikologis dan mental.

“Kasus-kasus perundungan yang viral beberapa waktu terakhir sangat kami prihatin. Dampaknya tidak hanya luka fisik, tapi juga trauma dan beban mental bagi korban,” ungkapnya, Kamis (16/10/2025).

Ia mengajak seluruh pelajar di Jembrana untuk menghentikan segala bentuk tindakan perundungan dan menumbuhkan rasa empati serta persaudaraan di lingkungan sekolah.

“Kepada anak-anak, siapa pun itu, stop melakukan bully kepada teman. Sayangi teman, kasihi teman, rangkul teman seperti saudara,” tegasnya.

Lebih lanjut, pihaknya juga menghimbau pihak sekolah untuk turut berperan aktif dalam menindaklanjuti kasus perundungan di lingkungan pendidikan.

Menurutnya, pelaku perundungan sebaiknya tidak hanya diberi hukuman, tetapi diarahkan dengan sanksi bersifat edukatif dan positif, seperti menyalin buku pelajaran dengan tulisan tangan atau membuat kliping berita tentang perundungan sebagai bentuk pembelajaran.

“Sanksi yang diberikan sebaiknya tidak bersifat menghukum secara keras, tetapi mendidik dan memberikan kesadaran,” harapnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya peran anak-anak lain yang menjadi saksi atau mengetahui adanya perundungan.

UPTD PPA Jembrana terus berkomitmen melakukan pendampingan terhadap korban kekerasan dan perundungan, serta menggencarkan edukasi ke sekolah-sekolah guna menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.

“Anak-anak juga harus berani melapor kepada guru atau wali kelas apabila melihat atau mendengar temannya dibully. Jangan diam, karena diam berarti membiarkan korban semakin tertekan,” pungkasnya. (gsn/mbn)

Baca Juga :  BPBD Jembrana Gelar Simulasi Kesiapsiagaan Bencana Pada Ratusan Siswa
BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI