JEMBRANA, MediaBaliNews – Jembatan merah sungai gelar disamping sebagai salah satu destinasi wisata di Jembrana, juga keberadaan sangat penting bagi warga masyarakat karena akses menghubungkan 2 desa di kecamatan Jembrana, yakni Kelurahan Dauhwaru dan Desa Batuagung.
Diketahu, pasca diterpa banjir bandang beberapa bulan lalu, jembatan tersebut putus dan masyarakat terhambat dalam melakukan mobilitas, seperti hendak berangkat ke bekerja, kepasar, dan bersekolah.
Mengetahui hal tersebut, langsung direspon cepat oleh pemerintah daerah, dengan kembali membangun jembatan iconic tersebut, dan kemarin tepat di penghujung tahun 2022, atau tepatnya pada Sabtu (31/12) jembatan gelar diresmikan dan kembali beroprasi.
Atas kembali beroprasinya jembatan tersebut, warga sekitar mengaku sangat senang.
Seperti halnya yang disampaikan Made Sumadia saat ditemui MediaBaliNews, Sabtu (31/12), Pihaknya mengungkapkan sangat senang sekali, dimana akses penyebrangan satu-satunya sudah kembali di bangun.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati atas respon cepat dalam penangan perbaikan jembatan gelar ini, termasuk juga kepada pelaksana karyawan jembatan. Tentu keberadaan jembatan ini sangat penting sekali untuk msyarakat terumatama mobilitas masyarakat setiap harinya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kata dia, saat putusnya jembatan merah membuat aktivitas masyarakat sangat terhambat.
“Sangat terhambat, semua masyarakat disini sangat mengeluh dan disuruh menghadap ke bapak Prebekel. Yang paling terhambat kan seperti anak-anak murid tidak bisa sekolah. Namun kini aktivitas telah pulih seperti sediakala,” jelasnya.
Sementara, Prebekel Desa Batu Agung I Nyoman Sudarma mengatakan atas nama msyarakat didesa Batuagung mengucapkan terima kasih kepada pemerintah. Dimana Jembatan Merah Tukad Gelar ini merupakan akses jalan antar dua desa, Desa Batu Agung dan Kelurahan Dauhwaru.
“Masyarakat sangat perlu sekali dengan adanya jembatan ini. Yang kedua, kembali lagi, jembatan gelar adalah salah satu destinasi wisata kabupaten Jembrana. Astungkara wisatwan nantinya dapat kembali lagi berwisata tempat ini dan kejadian seperti kemarin tidak terulang kembali,” pungkasnya. (gsn/mbn)























