TABANAN, MediaBaliNews – Sebuah insiden pencurian terjadi di Pura Prajapati Desa Adat Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Kabupaten Tabanan. Genta (Bajra/Kleneng) yang merupakan alat sakral pemangku pura dilaporkan hilang pada Kamis (6/3) sekitar pukul 17.00 WITA.
Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Nyoman Artadana, mengonfirmasi bahwa laporan pencurian tersebut diterima sekitar pukul 18.30 WITA. Korban, I Nyoman Sumatra (72), yang juga pemangku Pura Prajapati, awalnya mengetahui kehilangan saat melakukan pembersihan usai upacara piodalan yang digelar dua hari sebelumnya.
“Saat korban mengecek peti besi tempat menyimpan Genta, ia melihat gembok dalam keadaan terbuka dan pegangan kunci telah tercabut. Setelah diperiksa lebih lanjut, Genta tersebut sudah tidak ada di dalam peti,” ungkap AKP Artadana.
Korban kemudian menghubungi saksi I Nyoman Mertanadi dan melaporkan kejadian ini kepada Bendesa Adat Tangguntiti serta Bhabinkamtibmas setempat. Tim dari Polsek Selemadeg Timur segera mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, pelaku diduga masuk ke area pura dengan memanjat tembok bagian timur. Setelah itu, pelaku mencongkel pegangan kunci hingga terlepas dan mengambil Genta yang tersimpan dalam peti besi. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 2 juta.
“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku,” tambah AKP Artadana.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Selemadeg Timur juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan keamanan pura dan lingkungan sekitar. Beberapa langkah yang disarankan antara lain, Memasang CCTV di area pura, Menyimpan benda-benda sakral atau berharga di rumah pemangku atau bendesa adat, mengingat pura tidak memiliki penjaga tetap, Mengaktifkan sistem keamanan lingkungan dengan melakukan ronda atau patroli berkala, Memaksimalkan giat yustisi terhadap penduduk pendatang, terutama yang baru menetap di desa.
“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, terutama tempat-tempat suci,” tutup AKP Artadana.
Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku pencurian ini. Masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini diharapkan segera melaporkannya kepada pihak berwenang. (ang/mbn)


























