Saturday, May 9, 2026
Saturday, May 9, 2026

Penemuan Kerangka Manusia di Pantai Perancak, Diyakini Seorang Nelayan Asal Banyubiru Yang Sempat Dilaporkan Hilang

JEMBRANA, MediaBaliNews – Penemuan sebuah kerangka manusia di pantai Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana hebohkan warga. Kerangka berkelamin laki-laki tersebut diyakini seorang nelayan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara yang hilang dua pekan lalu.

Menurut informasi yang diperoleh, penemuan kerangka tersebut pertama kali diketahui oleh Ni Wayan Purnama Wati (37) yang merupakan warga setempat dan ditemukan sekitar pukul 14.00 Wita, Selasa (8/4) kemarin

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, dengan adanya penemuan kerangka manusia tersebut tim Inafis Polres Jembrana telah melakukan identifikasi namun kondisi kerangka tersebut sudah tak dapat dikenali.

Dimana, kerangka tersebut ditemukan sudah dalam keadaan tidak lengkap. Hanya menyisakan tulang iga, pinggul, hingga tulang kaki kanan dan kiri. Sedangkan, dari tulang lengan hingga tengkorak tidak ditemukan. Kemudian, kerangka tersebut lantas dievakuasi ke RSU Negara.

“Namun, kerangka tersebut ditemukan menggunakan celana training pendek berwarna hitam dengan motif garis warna merah dibagian samping, tanpa menggunakan celana dalam, ” ungkapnya, Rabu (9/4/2025).

Dengan adanya penemuan kerangka tersebut, salah seorang warga Desa Banyubiru bernama Sayulatifah (34) meyakini bahwa kerangka yang ditemukan di pantai Perancak tersebut merupakan ayahnya yang bernama Ahmad Baiti yang dilaporkan hilang saat melaut pada 22 Maret 2025 lalu.

Walaupun pihak keluarga sebelumnya telah berupaya melakukan pencarian terhadap korban selama sepekan hingga di perairan Bukit Jimbaran, Kabupaten Badung. Namun, korban tak kunjung ditemukan.

Sayulatifah menjelaskan bahwa dengan ciri-ciri kerangka yang temukan tersebut, yakni menggunakan celana training pendek bermotif garis merah pada bagian sampingnya adalah celana milik sang ayah.

“Kebetulan celana itu pernah kelupaan dirumah kakaknya bapak dan sempat dicuci, itu yang tadi memberi kesaksian, ” terangnya.

Baca Juga :  Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Ditutup Hingga Empat Jam

Setelah meyakini bahwa kerangka tersebut merupakan ayahnya dan selaku perwakilan dari pihak keluarga, Sayulatifah akhirnya melakukan proses administrasi dengan pihak RSU Negara serta Kepolisian Polres Jembrana untuk dapat menggambil kerangka sang ayah agar dapat segera dimakamkan.

“Saya sudah iklash, dan bapak akan dimakamkan hari ini di TPU Banjar Pebuahan, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI