TABANAN, MediaBaliNews – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tabanan melaksanakan kegiatan pemutakhiran data demografi desa melalui penginputan ke dalam Sistem Informasi Desa (SID), sebagai bagian dari pengembangan Sistem Informasi Desa Presisi (SIDP) Tabanan. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Dinas Kominfo Tabanan dan melibatkan empat desa, yaitu Desa Perean, Petiga, Penatahan, dan Wongaya Gede.
Para operator desa, dengan pendampingan tenaga ahli dari Dinas Kominfo, secara aktif melakukan penginputan data kependudukan masing-masing ke dalam SID. Langkah ini bertujuan untuk memastikan data desa dapat terintegrasi secara akurat dan tepat waktu dengan sistem informasi yang tengah dibangun, guna mendukung tata kelola pemerintahan desa berbasis digital.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil monitoring yang dilakukan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tabanan, yang menemukan bahwa sejumlah desa belum mencapai batas minimal penginputan data demografi sebesar 80%. Melalui pelatihan teknis ini, Dinas Kominfo berupaya mendorong percepatan pengisian data sebagai bagian dari strategi peningkatan kualitas layanan publik di tingkat desa.
Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, S.Sos., menyampaikan apresiasinya atas komitmen para operator desa dalam menyukseskan kegiatan ini. “Kami mendorong partisipasi aktif desa dalam penguatan sistem informasi sebagai upaya mewujudkan transformasi digital dan layanan publik yang lebih responsif,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Bidang Layanan E-Government, I Gede Siswantara, S.Sos., menyampaikan bahwa proses penginputan data berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur teknis yang ditetapkan. “Kami memastikan para operator memahami alur kerja, mulai dari penginputan hingga validasi dengan sistem administrasi kependudukan. Ini menjadi fondasi penting menuju integrasi data lintas sektor,” jelasnya.
Pemutakhiran data melalui SIDP ini memegang peranan strategis dalam mendukung terwujudnya Visi Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani di bawah kepemimpinan Bupati Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Dengan pengelolaan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah daerah dapat merancang program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan efisien. Data yang valid dan terstruktur juga akan memperkuat proses pengambilan keputusan yang berbasis kebutuhan riil masyarakat desa.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keempat desa berhasil mencapai tingkat penginputan sebesar 99% dari total data penduduk yang dimiliki. Selanjutnya, data tersebut akan menjalani proses validasi dan pencocokan dengan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK), agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam perencanaan dan penyelenggaraan layanan di tingkat desa. (ang/mbn)






















