Saturday, April 18, 2026
spot_img
Saturday, April 18, 2026

Antisipasi Kejadian Serupa, Kemenhub Siapkan Sejumlah Langkah Termasuk Penguatan Jembatan MB

KLUNGKUNG, MediaBaliNews – Guna mengantisipasi kejadian serupa yang terjadi di pelabuhan penyebrangan Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, pada Kamis (15/12/2022) kemarin sore, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Nusa Penida akan melakukan langkah langkah antisipasi dan penguatan jembatan Movable Bridge (MB).

Kepala Kantor UPP Kelas II Nusa Penida, I Ketut Gede Sudarma menyebut insiden itu mengakibatkan 25 orang penumpang yang berada di atas jembatan MB tercebur ke laut. Beruntung dari insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa dan keberangkatan Fast Boat Semabu Hills yang mengangkut puluhan penumpang tersebut tetap bisa diberangkatkan menuju Sanur.

“Insiden itu terjadi di Pelabuhan Banjar Nyuh, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (15/12) sekitar pukul 16.45 WITA. Ketika Fast Boat Semabu Hills yang mengangkut penumpang warga negara asing (WNA) bertolak dari Nusa Penida menuju Pelabuhan Sanur, Denpasar,” jelas I Ketut Gede Sudarma, dikutip dari siaran-pers No.Hms. 356/xii/djpl-2022 yang diterima MediaBaliNews, Jumat siang (16/12/2022).

Ke depan, kata dia, sejumlah langkah sudah dipersiapkan UPP Kelas II Nusa Penida guna mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi lagi. Diantaranya akan dilakukan penguatan Movable Bridge (MB) dan dilakukan pembatasan jumlah debarkasi embarkasi penumpang yang melalui jembatan MB.

Selanjutnya, mengingat waktu keberangkatan Fast Boat yang bersamaan di setiap sore hari maka setiap fast boat harus memastikan jumlah penumpang sudah lengkap (siap untuk berangkat) agar fast boat dapat sandar di pelabuhan untuk menaikan penumpang dan melapor ke Syahbandar.

Selain itu, diperlukan railing pada tengah-tengah jetty dan penambahan bolder demi keamanan penumpang juga fast boat saat debarkasi dan embarkasi. Selain itu, UPP Kelas II Nusa Penida akan meningkatkan pengawasan terkait disiplin penggunaan boarding pass oleh operator kapal fast boat.

Terakhir, UPP Kelas II Nusa Penida akan menata arus keluar masuk kendaraan yang dikoordinir oleh koperasi dan pecalang (aparat keamanan desa) agar para wisatawan menjadi lebih nyaman dalam melakukan perjalanan wisatanya.

Baca Juga :  Jembatan Nusa Ceningan di Desa Batuagung segera Dibangun

Disamping itu, pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi dan mengajak para operator kapal dan juga penumpang kapal untuk mentaati peraturan keselamatan yang ada serta mengutamakan keselamatan. “Ini bukan hanya tanggung jawab regulator dan operator kapal tetapi merupakan tanggung jawab bersama termasuk para penumpang kapal,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Diduga melebihi kapasitas, jembatan penghubung antara darmaga utama ke plonton di pelabuhan penyebrangan Banjar Nyuh, Desa Ped, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Kamis (15/12/2022) ambruk.

Dari informasi, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.45 wita. Ambruknya jembatan penghubung tersebut berawal, ketika Speed Boat Semabu Hills akan bertolak menuju Sanur. Saat itu puluhan penumpang antre, hendak memasuki speed boat.

Sebelum berangkat, diduga penumpang yang antre menunggu giliran masuk speed boat terlalu over load atau berjubel diatas jembatan. Sehingga beban jembatan penghubung tersebut melebihi kapasitas dan menyebabkan jembatan langsung ambruk.

Ambruknya jembatan tersebut sempat membuat sebagian penumpang mengalami kepanikan. Sehingga calon penumpang boat yang diperkirakan sekitar 35 orang tersebut terjun bebas ke dalam laut. Dari jumlah penumpang tersebut, didominasi Warga Negara Asing (WNA) dan sebagian dari warga India. (gzx/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI