TABANAN, MediaBaliNews – Dinas Pertanian Tabanan bergerak cepat setelah laporan gigitan anjing liar. Tim segera mengambil sampel otak anjing yang menyerang para pendaki. Hasil uji laboratorium menunjukkan sampel otak anjing itu positif rabies.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Tim kesehatan Puskeswan 3 segera berkoordinasi dengan otoritas setempat. Mereka pastikan korban gigitan anjing mendapatkan penanganan medis. Hingga saat ini, enam orang pendaki sudah mendapat perawatan di Puskesmas Pupuan I.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Korban gigitan anjing segera mendapat penanganan. Petugas membersihkan luka mereka selama 10-15 menit. Mereka juga mendapat Vaksin Anti Rabies (VAR) sebagai langkah pencegahan.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Sebagai respons cepat, vaksinasi darurat akan dilaksanakan. Perbekel Desa Pujungan mengumumkan jadwal vaksinasi massal. Vaksinasi ini akan terpusat di Dusun Tibu Dalem, Desa Pujungan.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar.
Gde Eka Parta Ariana mengimbau masyarakat untuk tenang namun waspada. Ia meminta warga segera melapor jika ada kasus serupa. Warga juga diimbau untuk memvaksin hewan peliharaan mereka secara rutin.
“Kondisi di lokasi hujan. Dikhawatirkan jalurnya licin. Kami perlu antisipasi tim untuk mem-backup pecalang yang sudah terlebih dahulu menuju ke atas,” jelas I Nyoman Sidakarya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar. (ang/mbn)


























