Friday, April 17, 2026
spot_img
Friday, April 17, 2026

Giarto Tewas dengan Luka Bacok Parah Setelah Mengeroyok Dua Rekan Kerja di Selemadeg Timur

TABANAN, MediaBaliNews – Polsek Selemadeg Timur menahan dua buruh proyek, Moh. Nasihul Amin dan Budi Santoso, sebagai tersangka kasus kekerasan yang berujung tewasnya rekan kerja mereka, Giarto.

Pertikaian fatal ini terjadi di bedeng proyek milik PT Aditya Karya Mandiri (AKM) di Desa Bantas, Tabanan, pada Minggu, 16 November 2025. Peristiwa bermula dari kata-kata menantang yang dilontarkan korban dalam kondisi mabuk Arak Bali.

“Saat melihat Giarto (korban) membawa sabit, Budi (tersangka 2) berusaha mencegah agar korban tidak naik ke bedeng tempat minum,” kata Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Nyoman Artadana.

Konflik mematikan ini berawal dari kegiatan minum Arak Bali bersama yang melibatkan empat buruh. Setelah beberapa jam, sekitar pukul 20.00 WITA, Giarto mulai menunjukkan sikap provokatif. Meskipun sudah berulang kali diminta maaf oleh Nasihul Amin, Giarto tetap terpancing emosi dan beranjak mengambil senjata tajam, yaitu sabit, dari dalam tasnya. Aksi Giarto ini menciptakan suasana mencekam di bedeng tersebut.

“Giarto (korban) sudah kelihatan mabuk dan mengeluarkan kata-kata menantang, mengajak berkelahi kepada Nasihul (tersangka), namun Nasihul selalu meminta maaf,” jelas AKP Artadana, menyebut Giarto sebagai pemicu.

Melihat Giarto membawa sabit, Budi berusaha menghalangi, namun korban tetap memaksa. Giarto yang sudah gelap mata tiba-tiba menyerang Ifan (saksi) yang tidak bersalah, melukai telapak kaki kanannya. Budi segera mencoba merebut sabit, dan dalam pergumulan tersebut, Budi mengalami luka bacok pada bagian kepala, memicu emosi dan perlawanan balik yang fatal.

“Karena emosi terkena bacokan, Budi (tersangka 2) berhasil merebut sabit tersebut dan langsung membacok Giarto (korban) berulang kali secara membabi buta,” tuturnya.

Setelah Budi melumpuhkan korban, Nasihul Amin yang mendengar teriakan dari Ifan, datang dan melihat Giarto terkapar bersimbah darah. Nasihul, yang juga tersulut emosi, mengambil balok kayu di dekat korban. Ia kemudian memukul bagian dagu korban sebanyak satu kali, menambah serangan terhadap Giarto yang sudah tak berdaya. Kedua tersangka kemudian melarikan diri dari lokasi bedeng.

Baca Juga :  MPP Tabanan Tetap Buka Saat Libur, Sediakan Layanan Administrasi dan Cek Kesehatan Gratis!

“Nasihul (tersangka 1) datang dan melihat Giarto (korban) sudah dalam kondisi terkapar bersimbah darah, kemudian Nasihul memukul korban satu kali mengenai dagu dengan balok kayu,” tutup AKP Artadana.

Polisi telah mengamankan kedua pelaku dan menyita barang bukti berupa sabit dan balok kayu yang digunakan dalam tindak kekerasan tersebut. Kasus ini menunjukkan dampak fatal minuman keras terhadap pengendalian diri dan keselamatan kerja di lingkungan proyek. Kedua buruh kini menghadapi proses hukum serius. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI