Thursday, April 16, 2026
spot_img
Thursday, April 16, 2026

Terjangan Angin Kencang Robohkan Bale Gong Pura Puseh Dasar Senganan di Tabanan

TABANAN, MediaBaliNews – Cuaca ekstrem berupa angin kencang melanda wilayah Kecamatan Penebel hingga menyebabkan kerusakan bangunan suci pada Jumat siang. Sebuah bangunan Bale Gong di Pura Puseh Dasar, Banjar Dinas Senganan Kangin, roboh total akibat hantaman angin tersebut. Aparat Kepolisian Sektor Penebel segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pendataan serta memastikan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

“Kami menerima laporan mengenai bangunan Bale Gong yang roboh akibat terjangan angin kencang pada pukul tiga belas lewat tiga puluh menit,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, Jumat, 23 Januari 2026.

Saksi mata di lapangan mengaku mendengar suara gemuruh yang sangat keras dari dalam area pura saat sedang duduk santai. Ia segera memeriksa sumber suara tersebut dan mendapati struktur bangunan kayu serta atap Bale Gong sudah rata dengan tanah. Fenomena alam ini berlangsung sangat cepat sehingga warga sekitar tidak sempat melakukan upaya penyelamatan terhadap aset bangunan suci tersebut.

“Saksi melihat bangunan Bale Gong Pura Puseh Dasar sudah roboh kemudian langsung memberitahukan kejadian ini kepada pihak Bendesa Adat,” kata AKP Alit Murdiasa saat menjelaskan kronologi penemuan kerusakan bangunan tersebut secara terperinci.

Aparat kepolisian bersama Bhabinkamtibmas Desa Senganan langsung melakukan pengecekan fisik serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi di tempat kejadian. Tim identifikasi mencatat bahwa seluruh tiang penyangga bangunan mengalami patah akibat beban atap yang tidak kuat menahan tekanan angin. Kerusakan permanen pada bangunan Bale Gong ini mengakibatkan aktivitas kesenian dan upacara adat di pura tersebut terganggu untuk sementara waktu.

“Pihak kepolisian sudah mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mencatat keterangan saksi guna keperluan laporan bencana,” tutur AKP Alit Murdiasa mengenai langkah teknis yang telah diambil oleh jajaran personel Polsek Penebel.

Baca Juga :  Rem Blong Truk Tronton Hantam Tiga Mobil di Baturiti

Berdasarkan hasil asesmen sementara, pihak pengempon pura memperkirakan total kerugian material mencapai angka sekitar enam ratus juta rupiah. Nilai kerugian yang sangat besar ini mencakup kerusakan struktur bangunan serta beberapa peralatan upacara yang tersimpan di dalam bale. Bendesa Adat Senganan, I Nyoman Nasta, telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengajukan permohonan bantuan dana perbaikan bangunan suci.

“Akibat kejadian ini kerugian material diperkirakan mencapai enam ratus juta rupiah namun beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut,” jelas AKP Alit Murdiasa seraya mengonfirmasi kondisi keamanan di wilayah Desa Senganan pasca kejadian.

Masyarakat setempat kini bahu-membahu membersihkan puing-puing bangunan agar tidak membahayakan pemedek yang hendak melakukan persembahyangan di pura tersebut. Kepolisian mengimbau warga tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan melanda wilayah Kabupaten Tabanan sepekan ke depan. Aparat desa juga diminta rutin mengecek kondisi bangunan tua guna meminimalisir risiko keruntuhan akibat faktor usia maupun gangguan cuaca buruk.

“Kami meminta seluruh warga untuk tetap berhati-hati terhadap ancaman angin kencang yang sewaktu-waktu dapat kembali melanda wilayah Penebel,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI