TABANAN, MediaBaliNews – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Tabanan mengungkap temuan memprihatinkan mengenai kondisi infrastruktur pendidikan di tingkat sekolah dasar.
Hasil pemantauan lapangan menunjukkan terdapat sedikitnya 54 gedung sekolah dalam kondisi rusak parah mulai dari atap bocor hingga plafon jebol. Legislator mendesak pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran renovasi darurat demi menjamin keselamatan para siswa dan kelancaran proses belajar mengajar.
“Pemerintah daerah harus memprioritaskan perbaikan 54 gedung sekolah dasar yang rusak parah karena kondisi ini sangat membahayakan keselamatan para siswa,” ujar Ketua Komisi II DPRD Tabanan, I Wayan Lara, saat membacakan rekomendasi Ketua DPRD I Nyoman Arnawa.
Sektor kesehatan juga menjadi catatan merah dalam laporan evaluasi dewan karena masalah ketimpangan biaya operasional rumah sakit. Nilai klaim jaminan kesehatan nasional yang belum mengalami revisi mengakibatkan beban finansial yang berat bagi manajemen rumah sakit umum daerah.
Pemerintah kabupaten perlu membangun tim verifikasi internal yang kuat untuk memastikan seluruh administrasi klaim medis sesuai dengan kriteria penyelenggara jaminan.
“Manajemen rumah sakit harus memperbaiki sistem administrasi klaim agar tidak terjadi ketidakseimbangan antara biaya operasional riil dengan nilai penggantian dari sistem jaminan,” ucapnya.
Pihak legislatif memberikan perhatian khusus pada masalah penumpukan pasien rujukan pada rumah sakit tipe B milik pemerintah daerah. Penguatan sistem peringatan dini pada fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas menjadi solusi untuk mengurangi beban rujukan non-darurat.
Dewan juga meminta pemerintah melakukan verifikasi faktual terhadap data keluarga miskin agar penyaluran bantuan sosial tepat sasaran kepada warga yang membutuhkan.
“Penguatan sistem deteksi dini di puskesmas sangat diperlukan untuk mengurangi beban rujukan pasien non-darurat yang saat ini menumpuk di rumah sakit,” tutur Lara.(ang/mbn)






















