Sunday, May 3, 2026
Sunday, May 3, 2026

Kakek Made Dibya Hilang Masih Jadi Misteri, Tim SAR Hentikan Operasi Pencarian di Gunung Batukaru

TABANAN, MediaBaliNews – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan operasi pencarian terhadap seorang pria lanjut usia bernama Made Dibya di kawasan hutan Gunung Batukaru.

Warga berumur 84 tahun tersebut dinyatakan hilang secara misterius saat melakukan aktivitas pendakian sejak sepekan yang lalu. Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali menyatakan bahwa keputusan ini merujuk pada standar operasional prosedur mengenai batas waktu pencarian korban.

“Sampai pencarian terakhir hari ini, tim SAR gabungan belum menemukan indikasi korban ditemukan,” terang Kepala Seksi Operasi Basarnas Bali, I Wayan Juni Antara.

Petugas gabungan telah menyisir seluruh area perbukitan curam dan jalur hutan lebat yang menjadi lokasi titik hilangnya korban. Seluruh personel dari unsur TNI, Polri, relawan, hingga masyarakat lokal sudah bekerja maksimal melakukan pemantauan jalur darat. Pihak keluarga korban juga ikut serta memberikan informasi detail mengenai rute yang kemungkinan besar dilalui oleh kakek tersebut.

“Tim SAR gabungan yang melibatkan unsur TNI/Polri, instansi pemerintah, perangkat desa, relawan, masyarakat setempat dan keluarga korban telah menyisir hutan,” tambah Juni Antara.

Kendala cuaca ekstrem menjadi hambatan utama bagi para petugas selama melakukan proses penyisiran di lereng gunung tertinggi kedua di Bali itu. Curah hujan yang sangat tinggi memicu jalur pendakian menjadi sangat licin sehingga membahayakan keselamatan para personel di lapangan. Kabut tebal yang turun setiap siang hari turut membatasi jarak pandang tim untuk mendeteksi keberadaan tanda-tanda milik korban.

“Kondisi curah hujan yang tinggi disertai kabut menyebabkan jalur pendakian menjadi licin dan jarak pandang tim SAR gabungan menjadi sangat terbatas,” lapor petugas lapangan.

Pihak otoritas menegaskan bahwa penghentian operasi ini telah sesuai dengan aturan hukum yang berlaku mengenai tugas pencarian dan pertolongan. Petugas tetap membuka peluang untuk mengaktifkan kembali operasi SAR jika muncul bukti fisik baru yang mengarah pada posisi korban. Saksi mata dalam rombongan pendakian tetap diminta memberikan keterangan tambahan guna memperkuat proses evaluasi terhadap hasil pencarian selama tujuh hari.

Baca Juga :  Polisi Periksa Empat Saksi, Kasus Ulang Tahun Bermenu Daging Anjing Sebagai Santapan

“Sesuai dengan regulasi Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 Tentang Pencarian dan Pertolongan, pengerahan unsur SAR gabungan dapat dihentikan jika korban tidak ditemukan,” tegas Juni Antara.

Basarnas Bali memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi seluruh unsur yang telah berjibaku melawan cuaca buruk demi misi kemanusiaan ini. Pihak balai juga terus menjalin komunikasi intensif dengan para pemandu lokal yang sering melintasi jalur pendakian Gunung Batukaru. Masyarakat sekitar diminta segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan benda atau aroma mencurigakan di sekitar area hutan lindung tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan pemandu-pemandu yang melaksanakan pendakian di Gunung Batukaru untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai keberadaan tanda-tanda korban,” tutup Juni. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI