Wednesday, May 27, 2026
Wednesday, May 27, 2026

PMI Asal Jembrana Meninggal di Jepang, Solidaritas Warga Bali Mengalir untuk Pemulangan Jenazah

JEMBRANA, MediaBaliNews – Dunia Pekerja Migran Indonesia (PMI) kembali berduka setelah seorang PMI asal Jembrana, I Kadek Mas Heriadi (34), dilaporkan meninggal dunia di Jepang akibat sakit yang dideritanya.

Menurut informasi, almarhum yang merupakan warga Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, selama ini bekerja di sektor peternakan di wilayah Ibaraki, Jepang. Sebelum meninggal dunia, almarhum sempat mengeluhkan sakit pada bagian kaki yang tampak membengkak dan menjalani pengobatan di klinik terdekat.

Namun, lima hari menjelang wafat, kondisinya terus memburuk hingga tidak dapat bekerja dan kembali dibawa ke rumah sakit. Meski demikian, almarhum disebut menolak dirawat dan memilih pulang ke rumah karena berharap dapat segera kembali ke Bali setelah kondisi membaik.

Saat kondisi kritis tersebut, almarhum didampingi adik kandungnya, Komang Eri Wahyudi (24), yang juga berstatus sebagai pemagang di Jepang hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu 24 Mei 2026. Saat ini, proses pemulangan jenazah masih dikoordinasikan oleh BP2MI bersama KBRI di Tokyo.

Di tengah proses tersebut, solidaritas sesama PMI Bali di Jepang turut mengalir. Rekan-rekan almarhum diketahui melakukan penggalangan donasi guna membantu biaya kepulangan jenazah sembari menunggu seluruh dokumen administrasi selesai.

Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana sendiri telah mendatangi rumah duka pada Senin 25 Mei 2026 sore untuk berkoordinasi dengan pihak keluarga sekaligus menyampaikan perkembangan penanganan yang tengah dilakukan pemerintah.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan KBRI di Tokyo.

“Kita sudah tindaklanjuti dan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo,” ungkapnya, Selasa (26/5/2026).

Selain itu, kata dia, pihak KBRI Tokyo juga masih melakukan proses verifikasi data. Tujuannya untuk mengetahui informasi terkait kronologi, kapan yang bersangkutan mulai bekerja di lokasi tersebut serta informasi agen yang memberangkatkan dan lainnya.

Baca Juga :  TP PKK Jembrana Masifkan “Gerakan Kulkul PKK” Mulai dari Lingkungan Rumah Tangga

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Kami mohon doa agar prosesnya nanti bisa lancar,” harapnya.

Sementara itu, pihak Pemkab Jembrana juga terus melakukan koordinasi intensif dengan berbagai otoritas terkait guna memastikan almarhum dapat segera dipulangkan ke kampung halaman di Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo.

“Kemarin kami sudah berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk menyampaikan langkah-langkah pemulangan jenazah almarhum,” terangnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas solidaritas sesama PMI Bali di Jepang yang dinilai menjadi pilar penting dalam membantu penanganan situasi darurat seperti ini.

“Kami mewakili pemerintah daerah menyampaikan terima kasih kepada semeton PMI Bali di Jepang yang memiliki rasa menyama braya yang kuat untuk ikut membantu kepulangan almarhum,” ucapnya.

Mirah menegaskan, penanganan ini sesuai dengan SOP dinas dan instruksi langsung Bupati Jembrana untuk bergerak cepat membantu setiap permasalahan PMI di luar negeri. Guna mengoptimalkan penanganan tersebut, pihaknya bersinergi dengan BP2MI selaku otoritas pusat yang berwenang menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi para pekerja migran.

“Kami juga terus bersinergi dengan BP2MI yang memegang wewenang di tingkat pusat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan PMI selama ini,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI