Friday, October 23, 2026
Friday, October 23, 2026

Kunjungan DTW Tanah Lot Tembus 2.500 Wisatawan per Hari Jelang Akhir Tahun

TABANAN, MediaBaliNews – Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot membuktikan posisinya sebagai salah satu episentrum pariwisata terkuat di Pulau Dewata.

Menjelang pengujung 2026, destinasi cagar budaya dan alam di pesisir Kabupaten Tabanan ini mencatatkan arus pelancong yang stabil di kisaran rata-rata 2.500 orang setiap hari.

Menyambut momentum libur akhir tahun, pengelola kian mematangkan sarana prasarana guna mengantisipasi angka kunjungan yang diproyeksikan bakal membengkak drastis.

Kawasan ini menyuguhkan daya pikat berlapis yang melampaui visual konvensional. Lanskap pura karang di tengah deburan ombak Samudra Hindia berpadu selaras dengan dimensi spiritual Hindu Bali, ritus adat warga lokal, serta panorama matahari terbenam yang eksotis.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, membeberkan bahwa jajarannya tidak tinggal diam atau bungkam berpangku tangan melihat tingginya animo turis domestik maupun mancanegara. Pihak manajemen memacu peningkatan standar operasional demi menjamin kenyamanan dan keselamatan para pengunjung.

“Kami ingin setiap wisatawan yang datang ke Tanah Lot tidak hanya melihat sebuah destinasi, tetapi membawa pulang pengalaman dan kenangan tentang Bali. Tanah Lot memiliki panorama alam, budaya, dan nilai spiritual yang dapat dinikmati dalam satu perjalanan. Karena itu, kami terus meningkatkan kualitas pelayanan agar wisatawan merasa nyaman saat berkunjung dan memiliki kerinduan untuk datang kembali,” tutur Sudiana saat ditemui di kawasan Tanah Lot, Minggu (27/9/2026).

Sudiana memaparkan, ruh dari daya tarik Tanah Lot berakar kuat pada statusnya sebagai kawasan suci yang hidup (living heritage). Praktik keagamaan masyarakat berjalan berdampingan tanpa sekat dengan industri pariwisata modern.

Pengelola menjamin keleluasaan umat Hindu yang menggelar ritual persembahyangan, upacara melukat, prosesi nyegara gunung, hingga upacara keagamaan lainnya. Pada saat yang sama, para pelancong diedukasi untuk menikmati keindahan bentang alam sembari menghormati batasan adat dan kesucian pura, menepis potensi pelanggaran norma maupun iktikad buruk yang dapat mencederai kesakralan pura.

Baca Juga :  Golkar Tabanan Sudah Siapkan 5 Calon untuk Pilkada 2024

“Tanah Lot bukan hanya destinasi untuk dikunjungi, tetapi juga ruang budaya dan spiritual yang harus terus kita jaga bersama. Kami ingin wisatawan merasakan keramahan Bali, menikmati keindahan alamnya, mengenal nilai budayanya, serta memahami bahwa keharmonisan inilah yang menjadi salah satu kekuatan utama Tanah Lot,” bebernya.

Menyongsong pergantian tahun, manajemen memfokuskan pembenahan pada beberapa sektor krusial, meliputi higienitas lingkungan, peremajaan fasilitas umum, pos pengamanan terpadu, hingga rekayasa alur pengunjung di titik-titik rawan pasang laut. Koordinasi lintas pemangku kepentingan bersama aparat kewilayahan diperketat untuk mencegah potensi insiden fatal yang bisa menyebabkan pelancong cedera atau harus dilarikan ke fasilitas medis.

Sudiana menggarisbawahi bahwa tolak ukur keberhasilan tata kelola Tanah Lot tidak semata-mata dihitung dari grafik kuantitas tiket yang terjual. Kualitas interaksi serta kesan mendalam yang dibawa pulang oleh para wisatawan dinilai jauh lebih bernilai bagi keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal di sekitar lingkar destinasi.

“Bagi kami, keberhasilan bukan hanya ketika wisatawan datang dalam jumlah yang banyak. Yang lebih penting adalah ketika mereka merasa nyaman, memperoleh pengalaman yang berkesan, kemudian menceritakan pengalaman tersebut kepada keluarga dan sahabat serta suatu hari memilih kembali ke Tanah Lot. Kami ingin Tanah Lot selalu memiliki tempat dalam ingatan setiap wisatawan yang pernah berkunjung,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI