Saturday, May 9, 2026
Saturday, May 9, 2026

Selain Dikenal Rajin, Korban Terseret Banjir Bercita-cita Jadi Pengusaha Sayur

JEMBRANA, MediaBaliNews – Korban terseret banjir bernama I Putu Widya Margareta,17 asal Banjar Yehbuah, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana dikenal disekolahnya sebagai siswa yang rajin dan tidak pernah membuat masalah. Selain itu, Widya juga diketahui memiliki cita-cita menjadi pengusaha sayur untuk mengembangkan usaha ayahnya.

Wali Kelas Korban, Ni Luh Putu Dian Prihantini saat ditemui di sekolahnya, Selasa (18/10/2022) menjelaskan, korban yang merupakan siswa kelas XII IPS 1 itu dikenal sebagai siswa yang sangat rajin dan memang tidak pernah bermasalah di sekolah. “Orangnya memang rajin. Anaknya juga disiplin, baik sekali dirumahnya, masuk 10 besar di kelas, dan tidak ada masalah disekolah. Semua teman-teman merasa kehilangan, dan berdoa yang terbaik,” ungkapnya.

Dian juga menjelaskan, korban yang kesehariannya itu memang suka membantu pekerjaan dirumah, dan tidak pernah merasa malu jika diajak orang tua bertani di lahan sawah milik orang tuanya. “Anak yang rajin kalau dirumah, sering membantu orang tua, anak ini memang kesehariannya rutin diajak berjualan sayur karena menggantikam Ibunya yang sedang memiliki balita berumur 2 bulan, jadi tudas itu diambil alih oleh anak ini,” jelasnya.

Selain dikenal rajin dan ramah, lanjut Dian, siswanya itu juga diketahui memiliki cita-cita menjadi pengusaha sayur. “Saat bercerita dengan guru matematika, widya (korban) memang ingin menjadi pengusaha sayur, meneruskan kerja ayahnya, dan berharap bisa mengembangkan usaha sayur milik ayahnya itu. Sayangnya saat dirinya membantu ayahnya berjualan sayur malah menjadi petaka untuk dirinya. Kami berharap korban cepat ditemukan,” tandasnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMAN 2 Mendoyo, I Komang Winata ditemui terpisah menjelaskan, selain pencarian yang dilakukan petugas, pihak sekolah juga membantu untuk melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai Tukad Bilukpoh mulai Pukul 07.30 Wita sampai Pukul 11.30 Wita. “Selain dibantu oleh pihak Desa Setempat, kita juga melibatkan osis dengan jumlah sekitar 50 orang untuk membantu pencarian hingga ke pantai yang dibagi menjadi dua tim, dan masing-masing didampingi oleh pihak guru,” paparnya.

Baca Juga :  Dua Pemerkosa Gadis 17 Tahun di Jembrana, Ditetapkan jadi Tersangka

Selain itu, lanjut Winata, pihaknya juga sedang menunggu hasil pendataan siswa-siswa yang terdampak banjir untuk memberikan sumbangan terhadap seluruh siswa terdampak. “Anak-anak kami banyak yang terdampak atas banjir ini, jadi masih penelusuran dan pendataan. Rencananya kami dari dewan guru akan membantu membersihkan sisa banjir dan memberikan bantuan sesuai prioritas, seperti baju maupun sembako untuk keluarga korban,” pungkasnya. (jar/war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI