Wednesday, June 24, 2026
Wednesday, June 24, 2026

Koban Banjir di Sangkaragung, Bupati Tamba Akan Perjuangkan Mata Pencaharian Warga

JEMBRANA, MediaBaliNews – Pasca diterjang banjir bandang di Kelurahan Sangkaragung, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana mengakibatkan beberapa rumah warga terdampak akibat luapan air Sungai Tukadaya. Sebanyak 78 KK warga menjadi korban dengan rincian di lingkungan Pangkung Gondang sebanyak 44 KK dan dilingkungan Dangintukadaya sebanyak 34 KK.

Bupati Jembrana I Nengah Tamba saat meninjau lokasi dapur umum yang didirikan 2 titik di Kelurahan Sangkaragung, Minggu (23/10/2022) mengatakan, selain melakukan kunjungan serta menyerahkan bantuan dari Kementrian Sosial RI untuk para korban yang rumahnya terdampak akibat banji, dirinya juga melakukan pendataan terkait mata pencaharian warga yang hilang akibat banjir.

“Hari ini kami mendistribusikan bantuan dari Kementrian Sosial RI berupa matras, bantal, dan Kasur serta selimut yang benar-benar membutuhkan. Ada kategori untuk mereka yang tempat tidurnya rusak dan tidak layak pakai itu yang kita sasar. Dikarenakan tempat tidur mereka yang terkena banjir semua basah dan tidak dapat digunakan oleh warga,” ungkap Bupati Tamba.

Bupati Tamba juga menambahkan, selain kehilangan sejumlah perlengkapan rumah, sejumlah warga terdampak juga kehilangan sarana mata pencaharian saat air banjir masuk kerumah mereka. Alat alat itu hanyut dibawa banjir seperti alat tenun dan juga beberapa hewan ternak warga. Dirinya mengaku melalui kecamatan dan desa akan mendata warga yang alat mata pencahariannya hanyut.

“Kita minta Pak Kaling, Pak Lurah dan Pak Camat untuk melakukan pendataan. Misalnya berapa ternak yang hilang, alat tenun dan mesin jahit, ini dicatat semua. Nanti setelah terkumpul semua data kerugian itu akan kita bawa ke dalam rapat di provinsi maupun pusat. Kita tidak mau membiarkan masyarakat kita kehilangan mata pencahariannya,” ujar Bupati Tamba.

Baca Juga :  KMP Agung Samudra XVIII Kandas di Selat Bali, Tim SAR Evakuasi Puluhan Penumpang

Setelah terkumpul data tersebut, lanjut Bupati Tamba, pihaknya akan membawa kerugian-kerugian tersebut ke rapat atas baik provinsi dan ke pusat. “Kita akan berjuang, ini masalah waktu bisa cepat atau lambat, nanti kita lihat bentuk bantuan pemerintah itu seperti apa. Saya menghimbau kepada warga untuk bersabar, biarkan kami berjuang terlebih dahulu,” pungkasnya. (jar/war/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI