Wednesday, April 29, 2026
Wednesday, April 29, 2026

Temukan Selisih Jumlah Pemilih, Ini Kata KPU Jembrana

JEMBRANA, MediaBaliNews – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Jembrana tahun 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jembrana dapati selisih puluhan pemilih dalam rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) tingkat kabupaten yang berlangsung di Hotel Jimbarwarna, Jembrana, Jumat (9/8/2024).

Dalam rapat tersebut, terjadi beberapa selisih perbedaan angka data pemilih dari desa dan kelurahan sebanyak 68, hal tersebut lantran ada pemilih ganda, terutama karena beberapa pemilih kini menetap di luar Kabupaten Jembrana.

Ketua Bawaslu Kabupaten Jembrana, I Made Widiastra mengatakan, perubahan data pemilih ini didasarkan pada hasil pengawasan yang dilakukan oleh petugas di setiap kecamatan.

“Dari hasil yang kami dapatkan dari masing-masing desa dan kelurahan, terjadi perubahan di tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan. Inilah yang kami jelaskan kepada KPU mengenai penyebab terjadinya perubahan tersebut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, selama proses pencocokan dam penelitian (coklit) masih terdapat temuan yang perlu ditindaklanjuti dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana.

Dengan itu, dirinya berharap data pemilih di Jembrana dapat memenuhi prinsip penyusunan DPS yang komprehensif dan akurat.

Sementara, Ketua Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Jembrana, Sa’rani menjelaskan, dari data DP4 yang awalnya berjumlah 246.088 pemilih, setelah dihitung ulang di setiap kecamatan, jumlah pemilih menjadi 245.291.

“Setelah ditambahkan lima orang di Kecamatan Melaya, total pemilih menjadi 245.296,” jelasnya.

Kemudian, dirinya menerangkan, perubahan data tersebut terjadi saat setelah dilakukan coklit. Menurutnya, pada saat itu ditemukan banyak perubahan, khusunya terkait data pemilih yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), meninggal dunia, dan pindah tempat tinggal.

Lebih lanjut, kata Sa’rani, perubahan juga terjadi karena adanya data ganda, dimana beberapa pemilih terdata di TPS lokasi khusus di kabupaten lain.

Baca Juga :  Pantau Penggunaan Dana Desa, Bupati Kembang Sambut Baik Peluncuran Program Jaga Desa

“Setelah coklit, terjadi perubahan data, dan kami tidak bisa memastikan angkanya secara langsung, karena data tersebut direkap dalam sistem SiDalih, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI