JEMBRANA, MediaBaliNews – Cuaca buruk yang terjadi beberapa minggu belakangan ini mengakibatkan tanaman tomat dan cabai di Jembrana kebanyakan gagal berbuah atau berbuah rusak bahkan banyak juga yang mati. Hal tersebut mengakibatkan harga tomat dan cabai meroket di pasaran. Bahkan, kenaikan harga tomat naik nyaris dua kali lipat.
Dari penenelusuran MediabaliNews, Kamis (17/11/2022) disejumlah pasar di Jembrana, harga normal tomat sebelumnya Rp 5 ribu rupiah perkilogram, kini naik dua kali lipat menjadi Rp 12 ribu rupiah perkilogramnya. Kenaikan harga tidak saja terjadi pada tomat, harga cabai pun kini juga ikut merangkak naik, dari sebelumnya harga cabai rawit Rp 28 ribu rupiah perkilogram kini menjadi Rp 35 ribu perkilogramnya.
Begitu juga dengan harga cabai besar yang normalnya Rp 15 ribu rupiah kini menjadi Rp 18 ribu rupiah. Untuk harga bawang merah dan bawang putih serta minyak curah saat ini masih terpantau stabil.
Kemungkinan kenaikan sejumlah harga komoditi ini, disebabkan oleh menurunnya hasil panen petani akibat cuaca buruk, yang secara langsung berdampak pada meningkatnya harga tomat dan cabai. “Mungkin ini dikarnakan sedikit hasil panen petani dan banyaknya tingkat konsumsi mengakibatkan harganya menjadi naik,” ungkap Gede Derka (57) salah satu pedagang di pasar Jembrana.
Hal senada diungkapkan oleh Fatiah (47) salah seorang pedagang di Pasar Umum Negara. Dirinya sangat berharap harga bumbu-bumbu dapur seperti tomat dan cabai ini agar kembali normal. Jikalau memang naik jangan sampai dua kali lipat seperti harga tomat sekarang ini. ”Ya, kenaikan pada tomat dan cabai ini yang paling mencolok, untuk yang lain seperti bawang, telur dan minyak masih stabil,” harapnya.
Sementara disisi lain, Sri (53) salah seorang pembeli di Pasar Umum Negara mengeluh dengan melonjaknya harga dari beberapa komiditi tersebut. “Masa tomat sampai naik hampir dua kali lipat. Kalau seperti ini susah jadi rakyat kecil, jadi rakyat kecil paling susah harga semua naik,” keluhnya.
Kadis Koperindag Jembrana I Komang Agus Adinata saat dikonfirmasi membenarkan kenaikan harga tomat dan cabai dipasaran tersebut. Meskipun demikian, Pihaknya akan turun kelapangan mencari tau penyebabnya. Jika nantinya kenaikan ini hingga tiga hari kedepan maka pihaknya akan melakukan interpensi dan mencari jalan keluarnya. “Ya, kenaikannya baru. Kami akan turun dan mencari penyebabnya, kita juga lihat tiga hari kedepan, jika tetap maka akan kita carikan solusi. Untuk sementara stoknya masih aman,” pungkasnya. (gsn/war/mbn)























