Monday, May 11, 2026
Monday, May 11, 2026

Cara Rutan Negara Bina Warga Binaan Lewat Ternak Ayam Petelur

JEMBRANA, MediaBaliNews – Sebagai bentuk pembinaan terhadap warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rumah Tahanan (Rutan) Negara, Kecamatan Negara, Jembrana bentuk kelompok kerja (Pokja) Peternakan.

Rutan Negara telah membentuk pokja peternakan, seperti ayam jago, bebek, babi, sapi, kambing, dan ayam petelur, serta berbagai jenis ikan seperti lele, gurame dan patin yang dikelola langsung oleh warga binaan.

Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Negara, I Nyoman Tulus Sedeng mengatakan, yang terbaru dan cukup menjanjikan adalah pokja ayam petelur.

Program ini muncul sebagai jawaban atas kebutuhan telur yang tinggi di lingkungan rutan, sekaligus sebagai peluang usaha produktif. Saat ini, sudah ada 510 ekor ayam petelur yang dirawat, dari kapasitas kandang yang bisa menampung hingga 1.000 ekor.

“Ini pengisian ayam yang kedua. Baru dua minggu kita isi ulang, yang pertama sudah afkir. Masih setengah dari kapasitas,” ungkapnya, Rabu (28/5/2025).

Dalam program ini, kata Tulus, warga binaan tidak hanya ikut serta, tapi menjadi pelaku utama, mulai dari memberi pakan, membersihkan kandang, hingga merawat hewan ternak. Tentu saja, semuanya dilakukan di bawah pengawasan petugas.

“Namanya pembinaan tentu ada yang mengerjakan, mulai dari pencarian dan pemberian pakan, perawatan dan lainnya dilakukan oleh warga binaan, tentu dalam pengawasan kita,” terangnya.

Namun, ia menjelaskan bahwa tidak semua warga binaan bisa ikut. Hanya mereka yang berkelakuan baik, punya kemauan untuk belajar, dan siap bekerja, yang dipilih untuk masuk dalam pokja.

“Kita selektif memilih warga binaan untuk ditempatkan di pokja ternak, karena disini minim pengawasan, hanya warga binaan yang memenuhi syarat saja, kalau yang mau pasti banyak,” tegasnya.

Menariknya, program peternakan ini berjalan berkat kerja sama dengan pihak ketiga. Karena keterbatasan anggaran, pihak rutan menjalin kemitraan untuk mendukung operasional dan pelatihan teknis, mulai dari pemberian pakan sesuai takaran, perawatan, hingga penyediaan dokter hewan.

Baca Juga :  Bupati Tamba Ancam Cabut Izin Bagi Pedagang yang Mempermainkan Harga Beras

“Semua ternak yang kita kembangkan merupakan kerjasama pihak ketiga, anak-anak (warga binaan) sebelumnya diberikan pembinaan cara memberikan pakan sesuai dengan takaran, perawatan dan pemeliharaan, penyediaan dokter hewannya juga kita kerjasamakan,” jelasnya.

Dengan adanya program ini, pihaknya berharap program ini menjadi menyiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat. Setelah bebas, mereka akan tetap mendapat pendampingan dari Balai Pemasyarakatan, agar ilmu yang didapat bisa jadi bekal hidup yang baru.

Selain ilmu dan pengalaman, warga binaan yang tergabung dalam pokja juga mendapat insentif. Misalnya, saat panen atau hari besar keagamaan, mereka mendapatkan bagian hasil ternak.

“Seperti di pokja ternak babi, mereka dapat daging saat Galungan. Yang lain juga ada pembagian sesuai aturan,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI