JEMBRANA, MediaBaliNews – Guna mencegah penyebaran TCB dilingkungan WPB (Warga Binaan Permasyarakatan), Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Negara (Lapas Negara) menggelar kegiatan skrining gejala TBC (Tuberkulosis) dan intervensi rontgen dada, Senin (28/8).
Berkerjasama dengan Tirta Medical Center (TMC), Dinkes Jembrana serta dibantu oleh 3 (tiga) orang perawat Rutan Negara, skrining gejala TBC dan intervensi rontgen dada mentargetkan sebanyak 151 WBP.
Kepala Rutan Negara, Lilik Subagiyono mengungkapkan bahwa tersebut diadakan sebagai langkah mencegah terjadinya penularan kasus TBC di dalam Rutan Negara. Ditambahnya, kegiatan ini juga serentak dilakukan di 374 lapas, rutan dan LPKA pada 33 kantor wilayah.
“Selain pencegahan, skrining TBC ini juga merupakan tindak lanjut Surat Edaran Dirwatkeshab Ditjenpas Kemenkumham RI No. PAS.06-PK.06.07-710 tentang Skrining TBC dengan Intervensi Rontgen Dada yang tujuannya untuk mengoptimalkan angka penemun kasus TBC secara aktif dan masif pada kelompok komunal yang berisiko tinggi/rentan terhadap penularan/penyebaran di dalam komunitas khususnya Lapas/Rutan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Pihaknya mentargerkan sebanyak 151 WBP Rutan Kelas IIB Negara ikut dalam kegiatan ini. Untuk pemeriksaan diawali dengan registrasi yang mana dilakukan pengecekan dan penginputan data identitas WBP, lalu dilanjutkan dengan skrining CXR yang dilakukan oleh tim vendor X-Ray TMC.
“Hasil yang didapatkan selanjutnya akan ditelaah oleh dokter pemeriksa. Jika ditemukan gejala atau hasil rontgen menunjukan gambaran TBC maka WBP tersebut akan diminta untuk melakukan cek sputum atau dahak. Dari 151 WBP yang diperiksa 34 WBP lanjut pemeriksaan yang akan dilakukan Tes Cepat Molekuler (TCM) di Rumah Sakit Umum Negara,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















