DENPASAR, MediaBaliNews – Warga Jalan Tirta Ening II Sanur Kauh mendadak gempar karena penemuan sesosok jenazah bayi perempuan pagi tadi.
Seorang saksi menemukan jasad mungil tersebut tergeletak di atas meja kayu saat hendak menyapu halaman rumah. Peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu pagi ketika suasana lingkungan sekitar pemukiman masih tampak sangat sepi.
“Saksi yang hendak membersihkan halaman rumah terkejut melihat bungkusan di atas meja kayu dan langsung melaporkan kejadian tersebut,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Senin (4/5/2026).
Kondisi bayi malang itu saat ditemukan berada dalam posisi telentang di atas sehelai handuk berwarna merah muda. Tubuh korban hanya mengenakan popok tanpa pakaian tambahan untuk melindungi kulitnya dari udara dingin malam hari. Saksi sempat berteriak histeris meminta pertolongan warga sekitar setelah menyadari bahwa bayi tersebut sudah tidak bernapas lagi.
“Warga sempat memeriksa denyut nadi korban namun bayi perempuan tersebut sudah meninggal dunia dengan kondisi tubuh yang mulai mendingin,” katanya.
Tim Identifikasi Polresta Denpasar segera meluncur ke lokasi penemuan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara secara mendalam. Petugas medis memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik yang ditemukan pada sekujur tubuh bayi perempuan malang tersebut. Polisi menduga pelaku sengaja meninggalkan bayi itu beberapa jam sebelum saksi pertama kali menemukannya di halaman depan rumah.
“Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada bekas penganiayaan pada tubuh bayi tersebut sehingga tim medis fokus pada penyebab kematian lainnya,” tuturnya.
Keadaan fisik bayi menunjukkan bahwa proses persalinan kemungkinan besar berlangsung tanpa bantuan tenaga medis profesional di rumah sakit. Tali pusar korban terlihat belum terputus serta hanya dibungkus menggunakan tisu putih dan dijepit memakai penjepit kertas besi. Polisi kini tengah mengumpulkan bukti rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi untuk melacak jejak orang tua bayi tersebut.
“Kami menemukan tali pusar bayi masih menempel dengan balutan tisu serta penjepit kertas yang menunjukkan persalinan dilakukan secara tidak wajar,” ungkapnya.
Pihak berwenang mengerahkan personel untuk menyisir seluruh area Sanur guna mencari saksi tambahan yang melihat aktivitas mencurigakan. Petugas juga berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk mendata ibu hamil yang baru saja melahirkan dalam waktu dekat ini. Kepolisian berkomitmen mengungkap pelaku pembuangan bayi ini karena telah melanggar hukum serta norma kemanusiaan yang berlaku di masyarakat.
“Personel kami sedang bekerja keras di lapangan untuk mengidentifikasi orang tua yang tega membuang darah dagingnya sendiri di halaman rumah warga,” tegasnya.
Mobil Ambulans BPBD Kota Denpasar akhirnya mengevakuasi jenazah bayi menuju Rumah Sakit Umum Pusat Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah. Tim dokter forensik akan melakukan autopsi menyeluruh guna mengetahui penyebab pasti kematian bayi perempuan yang malang tersebut. Polisi meminta masyarakat segera melapor jika mengetahui informasi berkaitan dengan pelaku yang melarikan diri setelah membuang bayi tersebut.
“Jenazah bayi perempuan tersebut sekarang sudah berada di ruang jenazah RSUP Ngoerah untuk menjalani proses autopsi oleh tim kedokteran forensik,” pungkas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. (ang/mbn)






















