JEMBRANA, MediaBaliNews – Madu merupakan sumber daya alam berasal dari hewan yaitu lebah (sumber daya alam hewani) yang memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Peluang tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Kelompok Tani Lebah Madu Buana Sari, Banjar Samblong, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Kelompok Tani Lebah Madu jenis apis meliferi itu kini sukses memproduksi berbagai hasil produk dari salah satu jenis lebah unggulan asal benua Australia itu. Selain memproduksi madu, produk lebah itu ada 3 (tiga) jenis, ada yang dikenal dengan Superfood diantaranya Bee Pollen, Royal Jelly, dan Propolis. Hasil produk dari lebah madu tersebut memiliki banyak kegunaan terutama kesehatan.
Hal tersebut diungkapkan Seksi Perawatan Lebah Kelompok Lebah Madu Buana Sari, I Wayan Sukayana,46 di sela-sela panen madu yang beralamat di Banjar Samblong, Desa Yehsumbul, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, Minggu (28/08/2022). Dirinya juga mengatakan, dari berbagai kegunaan tersebut, Kelompok Tani Lebah Madu itu kini sudah berhasil mengembangkan hingga ratusan koloni.
“Kita sudah memiliki lebih dari 100 kotak (koloni) dengan produksi hingga ratusan botol dalam sekali panen. Dalam sekali panen kita tidak bisa memastikan jumlah berat maupun botol madu yang dihasilkan, karena produksi madu dipengaruhi dengan kondisi dilapangan. Artinya jika lebah-lebah pekerja itu berhasil mencari sari madu maka hasil madu lebih kental,” ungkap Sukayana.
Pria yang sudah kebal akan sengatan lebah tersebut juga menjelaskan, untuk memaksimalkan produksi madu yang dihasilkan, koloni yang ada di kelompok tani tersebut dapat digembalakan. “Tidak mesti kita hanya menunggu lebah ini mencari sari madu, kita juga dapat menggembalakan ke tempat yang sekiranya banyak ditemui sari madu. Nah disanalah nanti muncul aneka rasa madu yang dihasilkan sesuai tempat penggembalaannya,” paparnya.
Untuk waktu ideal dalam panen madu ini, Sukayana menjelaskan, Ideal panen tergantung alam sekitar, namun untuk waktu itu dari pagi hingga Pukul 10.00 Wita. “Jika nektar di alam itu banyak, sebulan atau dua minggu bisa di panen. Tapi itu semua juga kita harus lihat kondisi dilapangan, jika seperti sekarang angin kencang, jarak lebah untuk mencari sari madu lebih pendek, yang awalnya dua kilometer mungkin hanya dapat terbang 100-200 meter, keburu terhembus angin,” jelasnya.
Mengenai perawatan kotak (koloni) lebah madu tersebut, Sukayana mengatakan, dilakukan pengecekan selama 3 (tiga) hari sekali. “Saat panen madu dilakukan, kita juga tidak semua dapat dipanen. Kita selektif melakukan pamen guna menjaga regenerasi anak lebah, karena umur lebah yang terbilang singkat hanya dua bulan. Jika masih banyak anak lebah yang masih kecil, panen di tunda. Dalam sekali panen setiap bulannya biasanya kita panen hingga 70 kloni,” ujarnya.
Sukayana juga memaparkan, keunggulan dari Kelompok Tani Lebah Madu Buana Sari ini adalah dapat melakukan pemeccahan koloni yang cepat. “Keunggulan karena ada enovasi pembentukan ratu. Tahapannya adalah pengambilan sel, kemudian diletakkan di sebuah mangkok khusus di dalam kotak koloni, 13 hari netas ratu baru, dari awal ambil sel diletakkan, nanti dihitung pada hari ke 9 akan disiapkan pemecahannya nerupa koloni yang akan menjaga ratu baru tersebut,” jelasnya.
Disinggung mengenai harga untuk satu botol madu mentah tersebut, Sukayana menjelaskan, dibandrol garga Rp. 200 ribu. “Karena ini madu mentah (murni), untuk masyarakat yang ingin membawa pulang madu hasil kelompok tani kami, hanya perlu menyediakan uang sebesar Rp. 200 ribu, dan nikmati kesegaran madu yang langsung dikemas dan tanpa campuran apapun. Kami pastikan ini madu murni asli,” tandasnya. (jar/war/mbn)






















