JEMBRANA, MediaBaliNews – Jegog Spirit Fest 2025 resmi dibuka dengan lomba tabuh Jegog klasik dan Jegog tingklik antar kecamatan se-Kabupaten Jembrana yang berlangsung di Anjungan Cerdas Rambut Siwi, Desa Yehembang, Kecamatan Mendoyo, Jumat (19/12/2025).
Pembukaan festival diawali dengan kompetisi tabuh Jegog yang mengedepankan pakem-pakem klasik, seperti Truntungan Klasik dan Tabuh Pategak Klasik.
Sebanyak lima sekaa Jegog dan lima sekaa Jegog Tingklik ambil bagian dalam lomba ini, masing-masing membawakan tabuh Truntungan dan Tabuh Tegak klasik.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jembrana, Anak Agung Komang Sapta Negara mengatakan, pelaksanaan lomba Jegog klasik pada hari pertama menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga keaslian dan nilai filosofis seni Jegog sebagai warisan budaya khas Jembrana.
“Hari pertama Jegog Spirit Fest memang kami awali dengan Jegog klasik. Ini untuk menegaskan bahwa di tengah perkembangan dan inovasi seni, pakem dan akar tradisi Jegog harus tetap dijaga dan dilestarikan,” ungkapnya saat ditemui dilokasi.
Ia menambahkan, festival ini juga sarana edukasi budaya bagi generasi muda agar memahami nilai, teknik, serta karakter bunyi Jegog yang diwariskan secara turun-temurun.
“Melalui konsep lomba klasik, kami ingin generasi muda tetap mengenal dan mencintai Jegog sesuai pakemnya. Ini penting agar identitas budaya Jembrana tidak tergerus oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Adapun beberapa hal yang akan menjadi penilaian dalam lomba ini, yakni teknik, kekompakan, tempo, pukulan dan beberapa hal lainnya.
Selain perlombaan, Jegog Spirit Fest 2025 juga diramaikan dengan berbagai pameran budaya dan ekonomi kreatif UMKM lokal.
Lebih lanjut, Jegog Spirit Fest 2025 berlangsung selama tiga hari hingga Minggu 21 Desember 2025. Pada hari kedua dan ketiga rangkaian acara diisi beragam pertunjukan seni dan kolaborasi budaya. Mulai dari menampilkan sekaa Jegog se-Jembrana, komunitas seni, serta musisi dan seniman, serta hiburan bondres dan teater sebagai penutup festival.
“Beragam pertunjukan seni, kolaborasi budaya, dan program pendukung lainnya akan digelar dengan melibatkan komunitas seni,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















