JEMBRANA, MediaBaliNews – Jembrana menjadi kabupaten terakhir pelaksanaan Kirab Pemilu 2024 di Provinsi Bali, sebelum nantinya diserahkan ke Kabupaten Banyuwangi pada 5 Semptember mendatang.
Dari pantauan, Kirab Bendera Pemilu 2024 diserahkan KPU Buleleng kepada KPU Jembrana di Gedung Kesenian Bung Karno, Rabu (30/8). KPU Jembrana akan melaksanakan sosialisasi selama 6 hari kedepan di seluruh Kecamatan di Jembrana.
Usai acara penerimaan Kirab Bendera Pemilu, dilanjutkan dengan long march atau jalan kaki bersama melibatkan seluruh jajaran Ad Hoc KPU Jembrana dan partai politik (parpol) se-Jembrana.
Long march Kirab Bendera Pemilu 2024 menempuh jarak sekitar 2,3 kilometer. Aksi long march itu, juga diiringi barisan Paskibraka dan barisan marching band. Long march Rombongan, dilepas langsung oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jembrana dan jajaran Komisioner KPU Bali.
Ketua KPU Jembrana I Ketut Gde Tangkas Sudiantara mengatakan, dalam penerimaan Kirab Bendera Pemilu 2024 di Jembrana ini, dilaksanakan sosialisasi bersama seluruh parpol dan penyelenggara badan Ad Hoc tingkat kecamatan dan desa/kelurahan se-Jembrana.
Lebih lanjut, setelah penerimaan kirab ini, selama 6 hari ke depan juga akan dilaksanakan sosialisasi di seluruh kecamatan se-Jembrana.
“Setelah itu diserahkan estafet Kirab Bendera Pemilu 2024 dari KPU Jembrana ke KPU Banyuwangi, Jawa Timur. Selama 6 hari ke depan kami akan melaksanakan sosialisasi di setiap kecamatan. Kirab di Jembrana ini akan menjadi yang terakhir di Bali,” jelasnya.
Dirinya juga menerangkan, untuk kirab hari kedua di Jembrana, Kamis (31/8) hari ini, akan dilaksanakan di Kecamatan Pekutatan, tepatnya di Desa Asah Duren dengan mengundang sekitar 120 orang tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Kemudian hari ketiga pada Jumat (1/9) besok, akan dilanjutkan ke Kecamatan Mendoyo, tepatnya di Pelataran Rambut Siwi, Desa Yehembang, dengan melibatkan kalangan pemilih pemula.
“Di hari ketiga, kami juga akan melaksanakan penanaman pohon cemara dan bersih-bersih di sekitar Pantai Rambut Siwi. Kemudian hari keempat di Kecamatan Jembrana, kami adakan di Perancak dengan sasaran sekitar 160 orang penyandang disabilitas sekaligus menyampaikan bantuan kepada penyandang disabilitas,” paparnya.
Selanjutnya di hari kelima pada Minggu (3/9) mendatang akan dilaksanakan di GKBK Jembrana dengan melibatkan para pemilih disabilitas dan pemilih perempuan yang juga akan dirangkaikan senam bersama.
Terakhir di hari keenam pada Senin (4/9) mendatang, dilaksanakan kirab di Kecamatan Melaya yang dipusatkan di Taman Patung Siwa, Kelurahan Gilimanuk, dengan melibatkan komunitas pedagang, parpol, tokoh masyarakat dengan target peserta sebanyak 500 orang.
Sementara, Bupati Tamba mengatakan momentum Pemilu 2024 ini akan menjadi momen yang istimewa bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena pemilu ini menjadi sarana bagi rakyat untuk memilih dan menyatakan pendapat mereka terhadap para wakil rakyat ataupun calon pemimpin Negara ini.
“Selain itu, momentum Pemilu 2024 ini akan menjadi wujud partisipasi dalam bernegara. Sehingga turut serta dalam menentukan haluan Negara. Masyarakat tentunya memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam melihat dan menilai siapa yang mencalonkan diri dalam Pemilu 2024,” ujarnya.
Melalui Kirab Pemilu ini, Bupati Tamba berharap akan terwujudnya sinergitas antar pemangku kepentingan terkait guna mendukung suksesnya Pemilu 2024.
“Saya apresiasi kegiatan Kirab Pemilu 2024 ini, karena merupakan ajang sosialisasi, koordinasi dan konsolidasi untuk pemersatu bangsa,” pungkasnya. (gsn/mbn)























