Thursday, April 16, 2026
spot_img
Thursday, April 16, 2026

Kasus Dugaan Pengeroyokan Sopir Truk oleh Sekelompok Orang Ngaku Wartawan di Jembrana Naik Ketingkat Penyidikan

JEMBRANA, MediaBaliNews – Kasus pengeroyokan terhadap seorang sopir truk di Desa Candikesuma, Kecamatan Melaya, Jembrana naik status ketingkat penyidikan Sat Reskrim Polres Jembrana.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, saat ini kasus pengeroyokan terhadap korban berinisial OP (23) sudah ditangani kepolisian Polres Jembrana.

Kasus tersebut sebelumnya telah dilaporkan ke Polsek Melaya. Namun, karena keterbatasan tenaga penyidik, kasus tersebut kemudian ditarik ke Polres Jembrana.

“Karena keterbatasan tenaga peyidik akhirnya kita tarik ke Polres Jembrana dan ditangani oleh Satreskrim,” ungkapnya saat ditemui di Aula Polres Jembrana, Selasa (15/10).

Lebih lanjut, AKBP Endang menegaskan, dalam kasus tersebut sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi dan mengamankan barang bukti berupa cctv.

“Sudah dilakukan pemeriksaan saksi dan status kasus tersebut sudah dinaikan ke tingkat penyidikan,” terangnya.

Disinggung mengenai adanya kendala dalam proses penyidikan, pihaknya hanya menjelaskan kasus tersebut membutuhkan waktu untuk penanganan sesuai dengan SOP.

“Tidak ada kendala, masalah waktu. Karena memang ada standart oprasional prosedur yang harus dilalui yang terkait dengan management penyidikan,” pungkasnya.

Sebelumnya, seorang pengemudi truk di Jembrana dicegat dan diduga dikeroyok oleh sekompok orang yang mengaku sebagai wartawan saat melintas di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di Desa Candikesuma, Kecamatan Melaya, Jembrana, Kamis (10/10).

Menurut informasi yang didapat, aksi arogan yang dilakukan oleh sejumlah oknum wartwan tersebut terjadi sekitar pukul 23.30 Wita. Saat itu, korban berinisial OP (23) melintas dari arah Gilimanuk menuju arah Denpasar.

Kemudian, dalam perjalanan sempat terjadi aksi saling salip dan secara tiba-tiba tiga unit kendaraan pribadi yang menggunakan lampu strobo menghadang didepannya. Saat itu, terjadi perselisihan hingga berujung aksi pengeroyokan.

Baca Juga :  Pasca Banjir, Ratusan Pohon Ditanam di Bantaran Sungai untuk Cegah Bencana

Para pelaku yang diketahui berjumlah 9 orang itu tidak hanya memukuli korban, sebelumnya juga sempat melempari kaca truknya dengan botol plastik. Akibatnya, korban mengalami luka lebam di wajah dan bengkak pada mata kanan hingga mengeluarkan darah. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI