TABANAN, MediaBaliNews – Kecelakaan maut kembali mengguncang jalur nasional Denpasar-Gilimanuk di wilayah hukum Kepolisian Sektor Selemadeg Barat, Tabanan. Sebuah minibus Daihatsu Espas terjun bebas ke jurang sedalam sepuluh meter usai bertabrakan hebat dengan truk bermuatan berat. Insiden berdarah pada Sabtu siang ini merenggut dua nyawa dan menyebabkan sejumlah penumpang lainnya mengalami luka-luka serius.
“Kami segera menerjunkan personel menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban serta meminta keterangan saksi-saksi yang terlibat tabrakan,” ujar Kasatlantas Polres Tabanan, AKP Anton Suherman, saat memberikan laporan resmi pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Peristiwa bermula saat truk bernomor polisi DK 8687 WY melaju dari arah timur atau Denpasar menuju arah barat. Sopir truk berinisial I Gusti Komang Arnawa diduga mengambil haluan terlalu ke kanan saat melintasi jalanan yang agak menikung. Pada saat yang bersamaan muncul minibus Espas berpenumpang delapan orang dari arah berlawanan dengan kecepatan yang cukup tinggi.
“Truk bermuatan tersebut diduga mengambil jalur kendaraan lain saat melintasi tikungan sehingga menghantam minibus yang datang dari arah berlawanan,” katanya.
Benturan keras menyebabkan minibus bernomor polisi AE 1526 VQ tersebut terpental hingga terguling ke dasar jurang di sisi jalan. Sopir minibus bernama Sukamto yang berasal dari Ngawi tewas seketika di lokasi kejadian akibat luka benturan yang sangat parah. Warga sekitar bersama petugas kepolisian berupaya keras mengeluarkan para penumpang yang terjepit di dalam badan mobil yang ringsek.
“Satu orang pengemudi minibus meninggal dunia di tempat kejadian perkara tak lama setelah mobilnya terjatuh ke dalam jurang terjal,” tuturnya.
Seorang balita berusia empat tahun bernama Fumika Nurshafiya akhirnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan darurat di RSUD Tabanan. Korban balita tersebut sempat mengeluarkan darah dari hidung serta telinga sebelum tim medis menyatakan nyawanya tidak tertolong. Sementara itu penumpang lain bernama Aqila mengalami patah tulang tangan kanan dan kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
“Seorang balita meninggal dunia di RSUD Tabanan setelah sebelumnya sempat mendapatkan pertolongan pertama pada Puskesmas Selemadeg Barat akibat luka berat,” imbuhnya.
Kondisi jalanan di lokasi kejadian memang tergolong cukup rawan karena memiliki tikungan landai dengan marka jalan garis kuning lurus. Polisi memastikan cuaca saat kejadian dalam keadaan cerah dan kondisi aspal jalan nasional tersebut juga masih sangat baik. Petugas kini mengamankan sopir truk dan kedua kendaraan yang terlibat laka lantas guna kepentingan proses penyidikan lebih lanjut.
“Kami sedang memproses identitas seluruh korban serta melaporkan hasil olah tempat kejadian perkara kepada pimpinan secara lengkap dan mendalam,” ungkapnya.
Kerugian materiil akibat kerusakan kedua kendaraan tersebut ditaksir mencapai angka lima belas juta rupiah bagi para pemilik armada. Jalur Denpasar-Gilimanuk di wilayah Suraberata memang terkenal sebagai jalur tengkorak yang sering memakan korban jiwa akibat kelalaian para pengendara. Polisi mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu disiplin dalam menjaga haluan kendaraan terutama saat melintasi jalur antarprovinsi yang padat.
“Pihak kepolisian terus mendatangi lokasi guna memastikan kelancaran arus lalu lintas pasca proses evakuasi bangkai kendaraan dari dasar jurang,” pungkasnya. (ang/mbn)






















