Thursday, April 30, 2026
Thursday, April 30, 2026

Kekurangan Guru di Jembrana Mengkhawatirkan, Disdikpora Ambil Langkah Strategis

JEMBRANA, MediaBaliNews – Dunia pendidikan di Kabupaten Jembrana diperkirakan akan mengalami kesulitan lantaran kekurangan tenaga pengajar (guru), Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana ambil langkah strategis.

Menurut informasi, sejak diberlakukannya Surat Edaran (SE) dari Kementerian Dalam Negeri, Kabupaten Jembrana mengalami kekurangan tenaga pengajar, dengan jumlah kekurangan tercatat lebih dari 200 guru.

Kondisi ini tentunya semakin diperparah oleh kenyataan bahwa pada tahun 2025 akan ada sebanyak 119 guru yang memasuki masa pensiun. Hal ini pastinya menambah tantangan serius dalam dunia pendidikan di Kabupaten Jembrana.

Untuk menutupi kekurangan tersebut, Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Jembrana telah melakukan berbagai langkah strategis.

Upaya yang dilakukan antara lain melakukan regrouping (penggabungan) sekolah serta merencanakan pengusulan pembukaan formasi baru, baik melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) maupun Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra membenarkan hal tersebut. Ia mengaku, pihaknya telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi kekurangan guru.

Lebih lanjut, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menambah beban jam mengajar bagi guru yang masih aktif, agar proses pembelajaran tetap dapat berjalan optimal meskipun jumlah tenaga pengajar terbatas.

“Kekurangan sekitar 200 guru ini kami siasati dengan pengaturan ulang beban mengajar. Guru-guru yang sebelumnya mengajar 24 jam per minggu, sekarang kami tugaskan untuk mengajar lebih dari itu,” ungkapnya.

Kemudian, ia menambahkan bahwa jumlah guru yang akan pensiun pada tahun ini berasal dari semua jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Kami juga masih memiliki guru paruh waktu. Mereka akan kami prioritaskan penyelesaian statusnya terlebih dahulu sebelum mengusulkan formasi baru,” terangnya, Selasa (1/6/2025).

Baca Juga :  Antisipasi Krisis Air saat Kemarau, PDAM Jembrana Terapkan Sistem Saling Suplay

Selain itu, mengenai rencana penambahan formasi guru, kata Anom, pihaknya akan mengusulkan pembukaan formasi baru, baik melalui jalur PPPK maupun CPNS. Namun, ia menjelaskan bahwa usulan tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan bersama tim ahli.

“Kami tengah mempertimbangkan sejumlah langkah, termasuk kemungkinan melakukan regrouping terhadap sekolah-sekolah yang jumlah siswanya di bawah 75 orang. Tapi jika tidak ada sekolah terdekat, tentu sekolah seperti itu tetap akan kami pertahankan,” bebernya.

Untuk sementara waktu, pihaknya berupaya memaksimalkan sumber daya yang ada dengan mengatur distribusi jam mengajar sesuai dengan kondisi masing-masing sekolah.

“Sementara memang kami mengatur dengan kepala sekolah sesuai sumber daya yang tersedia. Untuk saat ini masih bisa diatasi,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI