MANGUPURA, MediaBaliNews – Dua unit bangunan ruko di Jalan Segara Madu, Lingkungan Kelan, Tuban, Kuta, hangus dilalap api pada Rabu malam, 19 November 2025. Peristiwa kebakaran hebat yang diduga dipicu oleh korsleting listrik ini menghanguskan ruko yang digunakan sebagai bengkel, warung sembako, dan konter telepon genggam. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material diperkirakan mencapai nilai fantastis.
“Polsek Kuta telah melakukan pengamanan dan sterilisasi TKP, serta memasang police line di sekitar lokasi untuk proses penyelidikan,” kata Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Kamis (20/11/2025).
Peristiwa menegangkan itu terdeteksi sekitar pukul 19.30 WITA, berawal dari saksi NMS (70) yang sedang berada di kamar belakang warung miliknya. Saksi mendengar suara benda jatuh, merasakan suhu ruangan tiba-tiba semakin panas, serta mencium kuat bau material yang terbakar. Kecurigaan tersebut segera membuat saksi memanggil anaknya, IWS (56), yang merupakan pemilik bengkel sekaligus warung sembako.
“Saksi IWS langsung membuka pintu menuju warung dan melihat kobaran api disertai asap tebal sudah membubung tinggi di dalam warung,” jelas AKP Sukadi menguraikan awal mula api.
IWS segera mengambil tindakan darurat, mengevakuasi ibunya ke tempat yang lebih aman, lalu menghubungi petugas pengamanan swakarsa untuk meminta bantuan pemadam kebakaran. Warga sekitar sempat mencoba memadamkan api menggunakan peralatan seadanya seperti ember, tetapi api yang membesar dengan cepat sudah menjalar ke bangunan ruko milik M (43) yang difungsikan sebagai konter telepon genggam.
“Sekitar 20 menit setelah laporan pertama, satu unit Damkar Bandara I Gusti Ngurah Rai tiba di lokasi, disusul lima unit Damkar Kabupaten Badung,” tuturnya tentang respons cepat pemadam kebakaran.
Total enam unit mobil pemadam kebakaran, gabungan dari Bandara dan Pemkab Badung, dikerahkan untuk menjinakkan amuk si jago merah. Upaya pemadaman berlangsung alot selama beberapa jam, melibatkan koordinasi yang ketat antara Damkar, PLN, dan kepolisian. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 22.30 WITA, memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyebar.
“Kami sudah berkoordinasi dengan PLN dan Damkar, serta mengarahkan korban untuk segera membuat laporan resmi agar penyelidikan bisa dilanjutkan,” ujar AKP Sukadi menambahkan langkah kepolisian.
Kepolisian Sektor Kuta segera melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk pemilik ruko IWS dan M, serta mengumpulkan bahan keterangan di lokasi kejadian. Penyebab awal kebakaran diduga kuat berasal dari konsleting listrik atau arus pendek, yang bersumber dari bagian dalam warung sembako milik IWS. Pihak kepolisian masih menunggu inventarisasi lengkap dari para pemilik ruko.
“Estimasi kerugian material masih dalam pendataan karena kami menunggu inventarisasi lengkap dari masing-masing pemilik ruko yang bangunannya terbakar,” tutup AKP Sukadi.
Langkah selanjutnya, Polsek Kuta akan memanggil saksi tambahan, menghitung total nilai kerugian, serta melengkapi semua administrasi penyelidikan untuk membuat Laporan Polisi. Polisi menegaskan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa naas tersebut. (ang/mbn)


























