Monday, April 20, 2026
spot_img
Monday, April 20, 2026

Mahasiswa Asal Buleleng Meninggal Dunia, Diduga Melompat Dari Jembatan Tukad Bakung

MANGUPURA, MediaBaliNews – Aksi nekat mengakhiri hidup kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, perbatasan Desa Pelaga dan Belok/Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.

Seorang pemuda berinisial Made Kusuma Ardana (21) ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di bawah jembatan setelah diduga melompat dari ketinggian 60 meter. Petugas kepolisian bersama Tim SAR melakukan evakuasi dramatis untuk mengangkat jenazah korban dari dasar lembah yang curam.

“Kami menerima laporan adanya dugaan peristiwa mengakhiri hidup dengan cara melompat dari atas jembatan pada Jumat pagi sekitar pukul 06.32 WITA,” ujar Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (2/1/2026).

Awalnya, warga yang melintas mencurigai sebuah sepeda motor Yamaha Lexy berwarna biru dengan kunci masih tercantol terparkir tanpa pemilik di atas jembatan. Saksi yang merupakan anggota Satpol PP segera mengecek lokasi dan menemukan tas serta helm korban masih berada di atas kendaraan tersebut. Setelah pengecekan identitas melalui pelat kendaraan, petugas menemukan fakta bahwa korban sempat mengirimkan lokasi terakhir dan pesan perpisahan kepada orang tuanya.

“Petugas menemukan pesan WhatsApp pada ponsel korban yang berisi permintaan maaf kepada orang tua atas segala kesalahan yang telah diperbuatnya,” katanya.

Proses pencarian awal oleh personel Polsek Petang bersama masyarakat membuahkan hasil pada pukul 07.51 WITA saat jenazah ditemukan di bawah jembatan sebelah selatan. Tim gabungan dari Brimob Polda Bali, Basarnas, dan tenaga kesehatan kemudian dikerahkan untuk melakukan proses evakuasi yang memakan waktu cukup lama. Petugas berhasil mengangkat jenazah korban ke atas jembatan sekitar pukul 10.15 WITA sebelum langsung dibawa menuju RS Mangusada untuk proses autopsi.

“Hasil pemeriksaan luar oleh tim kesehatan menunjukkan adanya luka benturan pada kepala belakang kanan serta luka lecet, namun tidak ditemukan tanda kekerasan fisik,” imbuhnya.

Baca Juga :  Pelaku Pencurian Kartu Kredit WNA di Legian Diringkus Polisi, Korban Alami Penganiayaan

Di lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting termasuk dompet berisi uang tunai, telepon seluler, serta sepasang sandal yang ditinggalkan di pagar jembatan. Meskipun motif pastinya masih dalam penyelidikan, kepolisian menduga korban nekat mengambil keputusan tersebut lantaran adanya permasalahan keluarga yang cukup berat. Keluarga korban dan sejumlah saksi di lokasi kini tengah menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik guna mengungkap kronologi lengkap peristiwa pilu tersebut.

“Penyidik saat ini fokus melakukan pemeriksaan terhadap pihak keluarga guna memastikan motif di balik keputusan korban mengakhiri hidupnya,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI