Tuesday, July 21, 2026
Tuesday, July 21, 2026

Misteri Penemuan Mayat Bersimpuh di Tengah Hutan Sangyang Terungkap, Diduga WNA Asal Afrika Selatan

TABANAN, MediaBaliNews – Aparat Kepolisian Resor Tabanan akhirnya berhasil mengungkap misteri penemuan mayat dalam kondisi bersimbuh. Penemuan sesosok mayat misterius yang ditemukan membusuk di kawasan hutan lindung.

Jasad yang saat pertama kali ditemukan berada dalam posisi bersimpuh di dalam tanah cekungan tersebut, diduga kuat merupakan seorang warga negara asing (WNA). WNA itu dilaporkan sempat menghilang dari tempatnya menginap sejak pertengahan Juni lalu.

“Tim Satreskrim bersama unit identifikasi telah menggelar olah TKP, memeriksa sembilan orang saksi, serta mengevakuasi jasad korban ke rumah sakit untuk proses autopsi mendalam,” kata Kasat Reskrim Polres Tabanan AKP Made Teddy Satria Permana, Senin, 6 Juli 2026.

Peristiwa gangguan kamtibmas berupa penemuan mayat ini bermula dari laporan resmi nomor LP/B/GANGGUAN/01/VI/2026/SPKT/POLRES TABANAN/POLDA BALI, tertanggal 29 Juni 2026. Lokasi tempat kejadian perkara (TKP) berada di kedalaman Hutan Sangyang, wilayah Banjar Dinas Gunungsari Umakayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan.

“Kronologi penemuan berawal saat seorang warga lokal hendak menghaturkan upacara keagamaan di Pura Kak Resi pada Minggu pagi, sekitar pukul 07.30 WITA,” ujarnya.

Saksi pertama yang berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer menyusuri jalan setapak hutan mendadak mencium bau busuk yang sangat menyengat usai menyelesaikan ritual persembahyangan. Didorong rasa penasaran, saksi mencoba mencari sumber aroma tersebut. Dari jarak sekitar 15 meter, ia terperanjat melihat sesosok tubuh manusia terbujur kaku di dalam sebuah cekungan tanah dengan posisi bersimpuh.

Karena ketakutan, saksi langsung lari meninggalkan lokasi dan melaporkan kejadian itu kepada Kepala Wilayah (Kawil) banjar dinas setempat. Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan sterilisasi area. Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti penting, salah satunya satu unit ponsel pintar iPhone 13 berwarna hitam dengan pelindung silikon merah.

Baca Juga :  Pelajar Saksikan Pemusnahan Sabu Kejari Tabanan, Edukasi Konsekuensi Hukum di Lapangan

Melalui pemeriksaan digital pada ponsel tersebut, penyidik menemukan dokumen darurat berupa Medical ID atas nama Adriaan Louw. Polisi kemudian melakukan koordinasi kilat dengan pihak Imigrasi hingga berhasil mencocokkan data Izin Tinggal Kunjungan (ITK) resmi atas nama Adriaan Campbell Louw (53), seorang turis asal Pretoria, Afrika Selatan, dengan nomor paspor M00347976.

Penyelidikan bergerak ke arah riwayat akomodasi korban. Berdasarkan data manifest, WNA tersebut diketahui sempat melakukan pemesanan kamar di Home Stay Guava Eco Living, yang berlokasi di Banjar Gunung Sri Uma Kayu, Desa Jatiluwih, untuk periode tinggal 9 Juni hingga 15 Juni 2026.

Namun, staf penginapan menerangkan bahwa pada tanggal 13 Juni 2026, bule Afrika Selatan tersebut mendadak pergi meninggalkan vila tanpa memberi tahu petugas dan tidak pernah kembali lagi.

Karena masa sewa berakhir, pihak manajemen memeriksa kamar dan menemukan beberapa barang elektronik yang tertinggal, termasuk komputer jinjing (MacBook) yang memiliki kecocokan Medical ID dengan gawai yang ditemukan di tengah hutan. Para staf vila juga mengenali karakteristik tas punggung yang melekat pada jasad di TKP hutan tersebut.

Guna mengungkap penyebab di balik kematian tragis turis asing tersebut, Polres Tabanan telah mengevakuasi jenazah ke instalasi kedokteran forensik RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar.

“Kami sudah berkoordinasi secara resmi dengan pihak Imigrasi serta Konsulat Jenderal Afrika Selatan di Bali untuk penanganan logistik jasad korban. Rencana tindak lanjut kami adalah melakukan uji toksikologi forensik guna memastikan apakah ada kandungan zat berbahaya atau indikasi tindak pidana di balik kematian korban,” pungkasnya. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI