JEMBRANA, MediaBaliNews – Naas, seorang perempuan berusia 27 tahun tewas gantung diri di kusen jendela kamar tidurnya yang beralamat di Banjar Rangdu, Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.
Dari informasi, korban yang bernama Ni Kadek Linda Yuliani sebelumnya sempat berpamitan dengan saksi I Ni Made Darwini (49) yang merupakan Ibu tiri korban untuk mencari bunga sekitar pukul 17.00 Wita, Rabu (16/8). Diketahui, korban kesehariannya merupakan pedagang bunga.
Kemudian, sekitar pukul 23.30 Wita korban pulang kerumah dan sempat mengobrol dengan dengan saksi II, yakni I Ketut Alit Juli Pratama (20) yang merupakan adik kandung korban. Saat bertemu adiknya, korban sempat mengatakan kecewa terhadap seorang laki-laki yang menipu dirinya sebesar Rp. 2 Juta. Diketahui, dimana saat menceritakan hal tersebut, adik korban mencium bau alkohol dari mulut korban.
Lebih lanjut, setelah selesai mengobrol, 5 menit kemudian korban masuk ke dalam kamarnya yang bersebelahan dengan kamar adiknya, sedangkan adik korban pergi kekamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi adik korban kembali ke kamarnya.
Kemudian, sekitar pukul 00.30 Wita, Kamis (17/8) teman korban bernama Dewi Sri yang diketahui berasal dari Desa Penyaringan datang ke rumah korban dan memberitahukan kepada keluarga korban bahwa dirinya sempat di Video Call oleh korban yang mana mengatakan ingin bunuh diri. Setelah mengetahui hal tersebut, keluarga korban secara bersasa-sama masuk ke kamar korban dengan mendobrak pintu yang terkunci dari dalam.
“Setelah pintu berhasil didobrak, saksi melihat korban telah tergantung di kusen jendela dengan menggunakan kain selendang motif warna warni. Mendapati hal tersebut, keluarga korban secara spontan melepaskan tali ikatan dan sempat mencoba memberikan pertolongan terhadap korban serta merebahkan korban di atas kasur kamar korban, ” ungkap Kapolsek Mendoyo, Kompol I Putu Suarmadi saat dikonfirmasi melalui Whatsapp.
Setelah itu, ayah korban I Nyoman Yudiasa (52) menghubungi Bhabinkamtibnas Pohsanten dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mendoyo.
Kemudian, Tim Identifikasi Polres Jembrana dan Tim Medis UPTD Puskesmas I Mendoyo di melakukan pemeriksaan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“Dari hasil pemeriksaan olah TKP, korban murni meninggal dunia karena gantung diri dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lainya. Hanya saja terdapat luka bekas jeratan di leher melingkar teraba kaku, ” jelasnya.
Atas peristiwa tersebut dari pihak keluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan sudah menerima dengan ihklas atas meninggalnya korban karena gantung diri. (gsn/mbn)


























