Wednesday, November 4, 2026
Wednesday, November 4, 2026

Sungai Bilukpoh Mendangkal, Tanggul Jebol Picu Kekhawatiran Banjir Susulan

JEMBRANA, MediaBaliNews — Pendangkalan aliran Sungai Bilukpoh di Kecamatan Mendoyo, Jembrana, menjadi perhatian warga menyusul kembali jebolnya tanggul di sisi timur bagian selatan Jembatan Bilukpoh, Selasa (3/11/2026).

Tanggul yang membelah Kelurahan Tegalcangkring dan Desa Penyaringan itu dilaporkan jebol sepanjang sekitar 25 meter setelah diterjang banjir beberapa hari lalu.

Kondisi tersebut dikhawatirkan meningkatkan risiko luapan air ketika hujan deras kembali mengguyur wilayah setempat.

Warga berharap kerusakan tanggul segera ditangani, disertai pengerukan sedimentasi di sekitar jembatan untuk mengantisipasi banjir susulan.

Kelian Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, I Kadek Winastra mengatakan, kerusakan tanggul tersebut bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, tanggul yang sama juga pernah jebol dengan panjang kerusakan mencapai puluhan meter.

“Kami sudah mengecek ke lokasi. Benar, tanggul jebol sepanjang sekitar 25 meter. Sebelumnya, pada 2025, tanggul juga pernah jebol sepanjang 50 hingga 60 meter,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, tanggul tersebut sebenarnya sudah diperbaiki pada Mei 2024 setelah diterjang banjir. Namun, kerusakan kembali terjadi sehingga warga berharap ada penanganan yang lebih optimal untuk mengurangi risiko kerusakan berulang.

“Kami sudah melaporkan kejadian ini melalui grup desa,” ujarnya.

Selain perbaikan tanggul, Winastra menilai pengerukan sedimentasi di aliran sungai perlu segera dilakukan. Pendangkalan di bagian utara dan selatan jembatan menjadi salah satu persoalan yang dikeluhkan warga, terlebih aliran sungai di sebelah selatan jembatan cenderung melebar ke arah timur.

“Kami mohon agar pengerukan bisa dilakukan. Warga sangat mengharapkan bantuan ini agar sungai tidak kembali meluap saat hujan deras,” harapnya.

Sementara itu, Perbekel Penyaringan, I Made Dresta membenarkan tanggul Sungai Bilukpoh kembali jebol akibat meningkatnya debit air saat banjir.

Setelah melakukan pengecekan langsung, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas PUPRhub Jembrana untuk mendapatkan penanganan.

Baca Juga :  Peringatan Hari Anak Nasional di Jembrana, Bupati ajak Cegah Kekerasan Anak 

Demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pemerintah desa untuk sementara menutup akses jalan di sekitar lokasi karena kondisinya membahayakan warga yang melintas.

“Untuk sementara, jalan kami tutup agar tidak dilalui warga karena kondisinya membahayakan. Kami juga sudah mengusulkan penanganan kepada Dinas PU,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI