DENPASAR, MediaBaliNews – Jajaran Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar terus mengintensifkan langkah preventif dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Pulau Dewata. Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja serta silaturahmi yang dilakukan oleh Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. I Wayan Winaya, S.I.K., M.H., ke Puri Agung Pemecutan, Denpasar, pada Selasa (3/11/2026).
Kedatangan perwira menengah melati tiga di pundak tersebut disambut dengan penuh kehangatan oleh Penglingsir Puri Agung Pemecutan, Anak Agung Ngurah Ketut Parwa selaku Penglingsir ke-10, bersama keluarga besar puri. Dalam lawatan perdana pasca-penugasannya di wilayah hukum Kota Denpasar, Kombes Pol. Winaya didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polresta.
Mengawali pertemuan yang berlangsung akrab tersebut, Kombes Pol. Winaya memaparkan bahwa lawatan ini sengaja diagendakan guna merajut komunikasi intensif sekaligus meminta restu serta dukungan moril dari para tokoh adat setempat.
“Terima kasih kepada keluarga besar Puri Agung Pemecutan atas kesempatan dan penerimaannya. Kami mohon izin memperkenalkan diri, saat ini kami baru kurang lebih satu minggu bertugas di Polresta Denpasar. Sebelumnya kami bertugas di Polda Nusa Tenggara Barat,” ujar Kombes Pol. Winaya saat membuka perbincangan.
Pihaknya menuturkan, peran aktif para tokoh adat dan pemangku kepentingan di tingkat lokal memegang urgensi tinggi dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan secara dini. Sinergi lintas sektoral ini diyakini mampu meredam berbagai gesekan sosial sebelum bereskalasi menjadi persoalan hukum yang lebih besar.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dan masukan dari tokoh masyarakat, khususnya keluarga besar Puri Agung Pemecutan. Komunikasi seperti ini penting agar setiap persoalan yang muncul di masyarakat dapat diketahui sejak dini dan dicarikan solusi bersama,” ungkapnya menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, Kombes Pol. Winaya turut membeberkan konsep pendekatan humanis yang tengah digalakkan melalui program kepolisian berbasis kemasyarakatan (Polisi Bersama Masyarakat). Kehadiran aparat di tengah warga tidak melulu sebatas merespons tindak kejahatan, melainkan hadir sebagai mitra aktif yang senantiasa mendengarkan aspirasi publik.
Menanggapi kunjungan tersebut, Penglingsir Puri Agung Pemecutan, Anak Agung Ngurah Ketut Parwa, menyampaikan apresiasi mendalam dan rasa hormat atas inisiatif jajaran Polresta Denpasar yang turun langsung menyambangi pusat kebudayaan dan adat di jantung kota.
Pihak puri berharap tali silaturahmi dan komunikasi yang terjalin erat ini dapat terus dirawat secara berkesinambungan, terutama dalam mengawal kelancaran berbagai agenda keagamaan dan tradisi masyarakat Bali yang melibatkan pengerahan massa dalam jumlah besar.
Lebih lanjut, pihak puri memaparkan sejumlah agenda krusial ke depan, termasuk persiapan menyongsong pelaksanaan upacara suci Panca Walikrama yang dijadwalkan pada tahun mendatang serta tradisi Tawur Agung Kesanga. Guna memastikan seluruh rangkaian ritual berjalan khidmat dan tertib, koordinasi terpadu bersama aparat kepolisian dinilai menjadi hal yang mutlak.
Pertemuan hangat diakhiri dengan komitmen bersama antara pihak kepolisian dan keluarga besar Puri Agung Pemecutan untuk senantiasa mengedepankan jalur musyawarah mufakat dalam merawat harmoni, kedamaian, serta keamanan di wilayah hukum Kota Denpasar. (ang/mbn)






















