Thursday, February 19, 2026
Thursday, February 19, 2026

Pasca Digunakan untuk Pasar Malam, Kondisi Lapangan Pergung Memprihatinkan

JEMBRANA, MediaBaliNews – Keberadaan pasar malam desa Pergung yang digelar setiap enam bulan sekali atau tepatnya saat hari raya Galungan dan Kuningan senantiasa berkesan dihati masyarakat. Pasalnya, pasar malam musiman tersebut, menjadi tempat rekreasi murah bagi masyarakat dalam menikmati suasana hari raya.

Tidak hanya meninggalkan cerita yang berkesan bagi masyarakat Jembrana, namun juga meninggalkan cerita yang kurang baik.

Diketahui, pasca penutupan pasar malam tersebut pada rahina Umanis Kuningan, Minggu (15/1) kondisi lapangan Pergung sangat memprihatinkan.

Dari sampah yang berserakan dilapangan, kemudian sampah yang menumpuk di got saluran air dan dibeberapa titik lainnya. Sampah-sampah tersebut merupakan sisa dari para pengunjung maupun pedagang itu sendiri.

Selain itu, rumput dilapangan juga rusak, sehingga perlu waktu untuk tumbuh kembali seperti sediakala.

Seperti yang disampaikan Dika Permana (13), remaja biasa bermain sepak bola dilapangan Pergung. Mengetahui kondisi lapangan yang kotor dan rumput rusak, ia dan teman-temannya enggan untuk bermain.

“Iya, setiap sore pasti main sepak bola disini sama temen-temen. Sekarang males, lapangan masih kotor, takut ada patok sisa tenda-tenda pasar malam dan rumputnya juga rusak dan tidak rata,” tutur Dika pada MediaBaliNews, Jumat (20/1/2023).

Terkait permasalah tersebut, Kepala Desa Pergung Ketut Wimantra mengatakan, Pihaknya bersama jajaran desa dan masyarakat akan segera melakukan gotong royong bersih-bersih dilapangan Pergung dan sekitarnya.

“Kemarin kan sudah dibersihkan, nanti kita akan kembali lakukan gotong royong dilapangan dan sekitarnya termasuk di got sehingga tidak menyumbat saluran air. Untuk rumput lapangan sendiri, nantinya selama 2 minggu kedepan akan tumbuh, sehingga bisa rata kembali,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ari Candra Wisnawa saat dikonfirmasi lewat sambungan telpon menyampaikan bahwa keberadaan lapangan Pergung adalah milik bersama seluruh masyarakat, khususnya masyarakat di kecamatan Mendoyo.

Baca Juga :  Polres Jembrana Laksanakan Apel Gelar Pasukan Oprasi Lilin Agung 2024

“Lapangan Pergung milik kita bersama, ngiring sareng- sareng (ayo bersama-sama) menjaga dengan baik. Seluruh komponen agar bersinergi untuk menjaga dan peduli dengan tindakan nyata untuk kepentingan bersama,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI