JEMBRANA, MediaBaliNews – Pasca terjadi gigitan hewan penular rabies (HPR) di wilayah Kelurahan Gilimanuk beberapa waktu lalu, Ratusan HPR divaksinasi emergensi rabies, Rabu (7/12/2022). Langkah ini dilakukan untuk antisipasi terjadinya penyeberan gigitan HPR.
Sub Koordinator keswan dan masyarakat veteriner Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana IGN. Ray Muliawan, Seijin Kepala Dinas Pertanian dan pangan Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama mengatakan, setelah menerima hasil uji sample otak anjing yang di kirim ke Balai Besar Veteriner Denpasar dengan hasil positif rabies, pihaknya langsung melakukan kordinasi kepada aparat, Lurah dan Camat untuk melakukan vaksinasi rabies terhadap HPR di wilayah Kelurahan Gilimanuk.
“Kemarin sore, begitu kita terima laporan hasil dari Balai Besar Veteriner Denpasar yang menyatakan bahwa sampel yang kita kirim positif. Sehingga pada hari ini, langkah cepat yang kita lakukan yakni Vaksinasi Rabies Emergensi,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan investigasi terhadap 5 bocah korban di Lingkungan Jineng Agung, Kelurahan Gilimanuk yang sempat digigit anjing positif rabies pada pekan lalu.
“Ya, kita lakukan investigasi berkaitan dengan gigitan yang positif tersebut,” ungkapnya.
Menurutnya, 5 korban bocah yang digigit anjing ini, awalnya menggigit 4 orang korban. Ternyata sempat kontak juga atau berkelahi dengan satu ekor kucing. Dimana kucing tersebut menggigit satu orang korban lagi.
Namun, 5 korban gigitan tersebut, kata dia, sudah mendapat suntikan vaksin anti rabies atau VAR di puskesmas setempat.
“Dimana korban kemarin juga langsung sudah mendapatkan penanganan di Puskesmas Melaya 2, yang ada di Gilimanuk,” ujarnya.
Terjadinya kasus gigitan anjing rabies ini juga membuat cemas khawatir, beberapa warga Gilimanuk, salah satunya Kadek Ayu Suciati, (45). Dirinya malah menyarankan untuk menembak langsung anjing-anjing liar yang ada di lingkungannya.
“Takut rasanya Pak, Ya karena ada rabies itu, saya punya anak kecil-kecil kan takut jadinya. Iya kalau anjing liar tembak aja, matiin aja dah, kalau anjing peliharaan jangan, kan udah divaksin itu,” pungkasnya.
Dari kegiatan vaksinasi rabies di kelurahan Gilimanuk, sebanyak 301 HPR atau anjing peliharaan warga divaksinasi emergensi rabies oleh petugas peternakan. (cak/mbn)


























