Friday, December 5, 2025
Friday, December 5, 2025

Pujawali Pura Jaya Prana Desa Kalianget, Ida Bhatara Nyejer 3 Hari

SINGARAJA, MediaBaliNews – Pujawali Pura Jayaprana (Ida Bhatara Sakti Wawu Rawuh) dilaksanakan setiap 6 bulan sekali. Jatuh pada Wraspati Wuku Prangbakat, Kamis (2/11) mendatang, Ida Bhatara akan nyejer selama tiga hari kedepan hingga Minggu (5/11) mendatang.

Rangkaian (dudonan) pujawali di pura yang terletak di Dusun Kelodan, Desa Kalianget, Kecamatan Seririt, Buleleng tersebut sudah mulai sejak Sabtu (28/10) pagi. Hal tersebut terlihat saat sejumlah krama (masyarakat) pengempon mulai ngayah untuk mempersiapkan sarana upakara pujawali.

Ketut Suardita selaku Ketua II Panitia Pujawali mengungkapkan pujawali di Pura Jayaprana rutin dilaksanakan setiap 6 bulan sekali, tepatnya Wraspati Wuku Prangbakat.

Ia menambahkan pengempon pura merupakan krama Desa Kalianget itu sendiri. “Mereka nantinya ngayah secara bergilir sesuai dengan banjar adat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pihaknya menuturkan rangkaian pujawali di mulai Senin (30/10) pagi. Krama istri dilibatkan untuk mejejahitan dan metanding. Selanjutnya pada Selasa (31/10) dilakukan membuat caru, nyate menyiapkan sarana lainnya.

Kemudian, Rabu (1/11) dilanjutkan dengan upacara Ngaturang Piuning ke Pura, seperti Pura Teluk Terima, Pura Penghulu Gobleg, Pura Labuhan Haji dan Pura Pulaki.

“Proses mepiuning dilakukan untuk memohon kelancaran jalannya upacara. Malam harinya dilanjutkan dengan Nedunang Mayelingga Ida Bhatara,” ucapnya.

Untuk puncak pujawali sendiri, kata Suardita, jatuh pada Kamis (2/11) yang diawali dari pagi hari dengan Mendak, Mekalah Hiyas, Mebiji ke Pura Taman Bantur, Ngaturang Piodal dan pementasan Tarian Rejang Dewa. Selanjutnya dilaksanakan Pemuspan dan persembahyangan Bersama.

“Pemedek yang nangkil biasanya tidak hanya krama dari Kalianget saja. Tetapi juga pemedeknya datang dari sejumlah wilayah di Bali, yang mengetahui keberadaan pura. Banyak juga yang nangkil karena naur sesangi (kaul, Red) dan sudah terkabulkan permohonannya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pura Pegubugan direncanakan  Menjadi Pura Ulundanunya Kabupaten Jembrana

Proses nyejer dilaksanakan selama tiga hari, dengan upacara bhakti penganyar. Selama itu juga krama di Desa Kalianget nangkil melaksanakan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh pemangku di Pura Jayaprana.

“Nyineb karya akan dilakukan pada Minggu (5/11). Prosesi nyineb diawali dengan Ngaturang Penerus Bakti ke Segara Desa adat Kalianget. Kemudian dilanjutkan dengan Pengelemek, Pemuspaan, Pekenak, Lanang Istri, Tari Rejang, Sidekarya Pengelebar, Nyineb,” tutupnya. (ika/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI