JEMBRANA, MediaBaliNews – Seorang remaja berusia 13 tahun ditemukan tidak bernyawa akibat tenggelam saat berenang di Bendungan Tegal Gintungan, Lingkungan Munduk Anyar, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Kamis (23/3) sekitar pukul 15.30 WITA.
Korban PAY sendiri, diketahui saat ini duduk dibangku sekolah dasar (SD) tepatnya kelas 6 SD. “Saat itu, korban mengajak ketiga temannya untuk berenang di bendungan yang tidak jauh dari rumahnya tersebut,” kata Kapolsek Mendoyo, Kompol I Putu Suarmadi.
Setibanya di bendungan, korban terlebih dahulu turun ke sungai, dimana air waktu itu tingginya se dada korban kemudian di susul oleh temannya KMA (13) kemudian disusul oleh ASL (12) dan terakhir disusul oleh PAW (12).
Setelah berada didalam air, korban mengatakan ingin mencoba berenang di air yang lebih dalam.
“Atas niatan korban itu, sempat dicegah oleh ketiga temannya, namun korban tetap nekad berenang ke air yang lebih dalam,” ungkapya.
Kemudian setelah itu, korban tenggelam dan sempat berteriak memanggil nama salah satu temannya, lalu korban sempat berteriak lagi dan langsung tenggelam. Mengetahui temannya berteriak, KMA bergegas naik dan mencari kayu sepanjang 2 meter untuk menolong korban dengan menjukurkan kayu tersebut, namun korban sudah tenggelam.
Selanjutnya, ketiga teman korban secara bersama-sama pulang kerumah korban untuk memberitahu orang tua dari korban namun orang tuanya tidak ada dirumah. Karena tidak ketemu orang tua korban kemudian ASL memberitahukan kepada bapaknya ditempat memetik kelapa sehingga akhirnya banyak orang yang datang untuk mencari korban.
Sekira pukul 16.15 Wita korban di temukan oleh Eka Wiadnyana (34) dan Gede Yatra (39) di pinggir sungai sebelah utara bendungan Telepus Banjar Penyaringan, Desa Penyaringan.
Dari hasil olah TKP oleh tim identifikasi Polres Jembrana dan pemeriksaan dari tim medis Puskesmas I Mendoyo terdapat memar pada pelipis kiri korban dengan berdiameter 4 centimeter, rahang dan kaki korban kaku, tangan masih lemas dan ada luka lecet disudut bibir bawah korban.
“Dengan adanya kejadian tersebut dari pihak keluarga mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai musibah dan tidak dilakukan otopsi,” pungkasnya. (gsn/mbn)






















