Monday, May 25, 2026
Monday, May 25, 2026

Salah Satu Sekolah Dasar di Kecamatan Melaya Ditutup, Ini Alasannya

JEMBRANA, MediaBaliNews – Setelah beberapa tahun terakhir tidak mendapatkan siswa baru, salah satu Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana kini resmi ditutup.

Sekolah tersebut yakni, SDN Blimbingsari yang terletak di Desa Blimbingsari, Kecamatan Melaya. SDN Blimbingsari ini resmi ditutup setelah Surat Keputusan (SK) penutupan sekolah diterbitkan pada Jumat (17/1) kemarin.

Dengan turunnya SK penutupan sekolah tersebut, sejumlah guru dan siswa di SDN Blimbingsari mulai dipindahkan ke sekolah lain hari ini, Senin (20/1/2025).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jembrana, I Gusti Putu Anom Saputra mengatakan, penutupan ini merupakan hasil pertimbangan panjang. Salah satu alasan utama adalah tidak adanya penerimaan siswa baru dalam dua tahun terakhir.

Lebih lanjut, pihaknya menjelaskan bahwa saat ini, SDN Blimbingsari diketahui hanya memiliki 11 siswa yang tersebar di kelas III (3) hingga VI (6).

“SK baru turun Jumat kemarin. Mulai hari ini kami mulai menyesuaikan pergeseran siswa serta para guru,” ungkapnya.

Menurutnya, sedikitnya jumlah anak usia sekolah di Desa Blimbingsari menjadi penyebab utama penutupan sekolah ini. Lantaran, hanya terdapat sebanyak 11 siswa tersisa dan tanpa pendaftar baru, keberlangsungan SDN Blimbingsari dinilai tidak efisien.

Dengan berbagai pertimbangan, para siswa SDN Blimbingsari akan dipindahkan ke SDN 7 Melaya. Mengingat, sekolah tersebut lokasinya paling dekat dengan sekolah mereka sebelumnya.

Sedangkan, untuk para guru akan disebar ke beberapa sekolah di sekitar Kecamatan Melaya, sesuai kebutuhan dan lokasi tempat tinggal mereka.

“Kepala sekolah SDN Blimbingsari juga akan mengisi posisi kosong di SDN 2 Candikusuma. Kami sudah siapkan tempat untuk para guru, dan mereka akan tetap mendapatkan jam mengajar,” jelasnya.

Baca Juga :  Tanaman Rusak Usai Pawai Budaya, DLH Ungkap Akan Segera Direcovery

Sementara, mengenai bangunan SDN Blimbingsari itu sendiri, pemerintah daerah akan berdiskusi dengan pihak desa untuk memanfaatkannya. Namun, salah satu bangunan yang dinilai tidak layak kemungkinan akan diratakan.

“Kami berharap proses penataan ulang ini dapat memastikan siswa tetap mendapatkan pendidikan yang baik, dan mereka bisa segera beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru,” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI