Wednesday, April 29, 2026
Wednesday, April 29, 2026

Seorang Linmas Dinyatakan Meninggal Sehari Sebelum Pemilihan, KPU Jembrana Berikan Santunan Kematian Sebesar Rp. 46 Juta

JEMBRANA, MediaBaliNews – Nasib malang dialami seorang linmas bernama Sai’un Anam (57) asal Banjar Puseh, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana. Pasalnya, dirinya dinyatakan meninggal dunia saat solat Ashar usai membantu membuat tempat pemungutan suara (TPS) pada Selasa (13/2) lalu.

Almarhum dinyatakan meninggal dunia sehari sebelum hari pemilihan pada Pemilu 2024 yang bertugas di TPS 006 Desa Tuwed. Almarhum yang bertugas sebagai Perlindungan Masyarakat (linmas) diketahui tidak memiliki riwayat sakit dari keterangan pihak keluarga.

Setelah mendapati informasi terkait adanya petugas linmas yang meninggal dunia, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Jembrana langsung menelusuri dan menyerahkan santunan secara simbolis kepada ahli waris sebesar Rp. 46 Juta.

“Kami menyerahkan santunan kematian terkait petugas yang di TPS 06. Jadi adapun santunan yang kami serahkan hari ini adalah santunan kematian Rp. 36 Juta dan santunan untuk pemakaman Rp. 10 Juta, ” ungkap Ketua KPU Jembrana, I Ketut Adi Sanjaya saat ditemui usai penyerahan santunan kematian yang bertempat di Kantor Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Rabu (21/2).

Adi menambahkan, menurut informasi dari pihak keluarga pada tanggal 13 Februari, almarhum sempat melakukan bersih-bersih dan membantu proses pembuatan di TPS 006.

“Kemudian sore itu mungkin saat solat azar beliau sembahyang di mesjid, kemudian tiba-tiba meninggal, ” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga menyampaikan bahwa ada dua petugas KPPS serta satu linmas yang bertugas di Kecamatan Negara juga sempat mendapatakan perawatan di Rumah sakit, namun saat ini semuanya sudah dinyatakan sembuh.

Sementara, Mila yang merupakan anak pertama dari tiga bersaudara atas almarhum Sai’un Anam mengatakan sang ayah tidak memiliki riwayat sakit apapun.

Ia mengaku sangat sedih atas sepeninggalan sang ayah yang juga berprofesi sebagai penjual bakso keliling di Desa Tuwed.

Baca Juga :  Puluhan Tahun Menanti, Manajemen dan Serikat Pekerja PLN Akhirnya Laksanakan MoU

“Iya sedih sekali, terlalu mendadak soalnya dia meninggalnya. Tidak ada bilang sakit apa-apa, makanya waktu dia disuruh jaga disitu (TPS) dia seneng sekali, ” pungkasnya. (gsn/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI