Saturday, April 18, 2026
spot_img
Saturday, April 18, 2026

Tanah Lot Art & Food Festival #6, Hadirkan Kuliner Langka dan Hiburan Lima Hari

TABANAN, MediaBaliNews – Pergelaran Tanah Lot Art & Food Festival #6 telah dibuka secara resmi. Acara ini berlangsung di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot. Festival akan meramaikan Desa Beraban, Kediri, Tabanan, selama lima hari penuh, mulai Jumat (22/8) hingga Senin (25/8/2025).

“Saya meminta kepada badan pengelola dan manajemen operasional DTW Tanah Lot, untuk selalu melakukan terobosan-terobosan strategis. Mereka harus membuat inovasi-inovasi,” ujar Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga.

Pembukaan festival diawali dengan pemukulan alat musik tradisional, Okokan. Wakil Bupati Dirga, bersama jajaran Forkopimda memimpin upacara. Setelah itu, dilanjutkan dengan parade gebogan. Parade ini melibatkan delapan kelompok PKK dari desa adat se-Kecamatan Kediri.

“Pura Tanah Lot bisa tetap menjadi tujuan wisata religius di tingkat internasional,” jelasnya.

Parade dimulai pukul 17.45 WITA. Barisan pertama dari Desa Adat Beraban. Lalu diikuti oleh desa adat lainnya. Rute parade mengambil start dari gapura pintu masuk barat. Mereka berjalan menuju panggung utama. Latar belakangnya adalah matahari terbenam yang indah.

“Dengan begitu, akan tercipta perputaran ekonomi. Perputaran itu pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” imbuhnya.

Tema festival tahun ini adalah “Prayajana Samudrasya Adiswara”. Tema ini berarti persembahan dan pengorbanan kepada kekuatan samudra. Tujuannya adalah menciptakan keharmonisan, keagungan, dan kemuliaan di Tanah Lot. Ada 37 stan UMKM yang berpartisipasi. Mereka menyajikan beragam produk kuliner dan kerajinan khas Bali.

Festival ini juga menghadirkan Klinik Kuliner. Wisatawan bisa melihat langsung proses pembuatan dua kuliner Bali yang mulai langka: Penyon dan Serapah. Serapah merupakan olahan daging babi, ayam, atau bebek. Diolah dengan bumbu genep, santan, dan tepung beras. Penyon, juga dikenal sebagai lawar basah, terbuat dari daging dan sayuran. Diolah dengan kelapa bakar, bumbu kalas, serta rempah khas Bali.

Baca Juga :  Pencarian Hingga 16 September, WN Perancis Masih Belum Ditemukan

Dirga menilai festival ini adalah langkah tepat. Ajang ini mempromosikan budaya lokal. Selain itu, festival ini juga menggali potensi kesenian dan kuliner tradisional. (ang/mbn)

BERITA MENARIK LAINNYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img
spot_img

BERITA TERPOPULER

BERITA TERKINI